
SERAYUNEWS – Puasa Ayyamul Bidh merupakan salah satu ibadah sunnah yang rutin dikerjakan umat Islam setiap pertengahan bulan Hijriah.
Menjelang awal Juni 2026, banyak masyarakat mulai mencari informasi mengenai jadwal puasa Ayyamul Bidh karena pelaksanaannya bertepatan dengan bulan Dzulhijjah 1447 Hijriah.
Berbeda dengan bulan-bulan lainnya, pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh pada Dzulhijjah memiliki ketentuan khusus karena berdekatan dengan Hari Tasyrik yang merupakan waktu yang dilarang untuk berpuasa.
Oleh karena itu, umat Islam perlu mengetahui jadwal yang tepat agar ibadah sunnah ini tetap sesuai dengan syariat.
Selain memiliki nilai ibadah yang besar, puasa Ayyamul Bidh juga menjadi salah satu amalan yang dianjurkan Rasulullah SAW untuk dilakukan secara rutin setiap bulan.
Istilah Ayyamul Bidh berasal dari bahasa Arab yang berarti “hari-hari putih”. Penyebutan tersebut berkaitan dengan fenomena bulan purnama yang terjadi pada pertengahan bulan Hijriah.
Pada malam tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah, cahaya bulan purnama tampak bersinar terang sehingga malam hari terlihat lebih bercahaya dibandingkan malam-malam lainnya.
Cahaya putih yang memancar dari bulan inilah yang menjadi alasan munculnya istilah Ayyamul Bidh atau hari-hari putih.
Karena dilaksanakan pada waktu yang bertepatan dengan fase bulan purnama, puasa sunnah tersebut kemudian dikenal luas sebagai Puasa Ayyamul Bidh. Nama ini telah digunakan sejak masa Rasulullah SAW dan masih dikenal hingga saat ini oleh umat Islam di berbagai negara.
Pelaksanaan Puasa Ayyamul Bidh pada Juni 2026 bertepatan dengan pertengahan bulan Dzulhijjah 1447 Hijriah.
Namun, terdapat penyesuaian jadwal karena tanggal 13 Dzulhijjah masih termasuk Hari Tasyrik yang dilarang untuk berpuasa.
Oleh sebab itu, sebagian ulama menjelaskan bahwa pelaksanaan puasa sunnah tiga hari tersebut dapat digeser setelah berakhirnya Hari Tasyrik.
Dengan demikian, umat Islam tetap dapat melaksanakan Ayyamul Bidh tanpa melanggar larangan syariat.
Berikut jadwal Puasa Ayyamul Bidh Juni 2026:
1. Minggu, 31 Mei 2026
14 Dzulhijjah 1447 H
Hari pertama Puasa Ayyamul Bidh.
2. Senin, 1 Juni 2026
15 Dzulhijjah 1447 H
Hari kedua Puasa Ayyamul Bidh.
3. Selasa, 2 Juni 2026
16 Dzulhijjah 1447 H
Hari ketiga Puasa Ayyamul Bidh.
Sebagian ulama juga menjelaskan bahwa jika seseorang baru dapat memulai puasa pada tanggal 15 Dzulhijjah, maka tetap diperbolehkan sebagai bagian dari pelaksanaan puasa sunnah bulanan.
Penyesuaian ini dilakukan karena Islam melarang puasa pada Hari Tasyrik yang jatuh setelah Hari Raya Idul Adha.
Sebelum melaksanakan puasa sunnah ini, umat Islam dianjurkan untuk berniat karena Allah SWT.
Lafal niat dalam bahasa Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ أَيَّامِ الْبِيْضِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghadin ayyaamil bidhi sunnatan lillaahi ta’aalaa.
Artinya:
“Saya berniat puasa Ayyamul Bidh esok hari sebagai sunnah karena Allah Ta’ala.”
Niat dapat dilakukan pada malam hari sebelum puasa dimulai atau sebelum waktu fajar tiba.
Melalui puasa, seseorang juga didorong untuk memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, menjaga lisan, dan meningkatkan amal kebaikan lainnya.
Dengan memahami jadwal dan tata cara pelaksanaannya, umat Islam dapat menjalankan Puasa Ayyamul Bidh Juni 2026 dengan lebih baik sekaligus meraih keutamaan yang dijanjikan dalam ibadah sunnah tersebut.***