SERAYUNEWS – Setelah merayakan Hari Raya Idul Fitri dan menyelesaikan ibadah puasa Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk melanjutkan ibadah dengan menunaikan puasa Syawal.
Puasa sunnah ini memiliki keutamaan yang luar biasa dan menjadi bentuk penyempurna dari puasa Ramadhan.
Artikel ini akan membahas secara lengkap jadwal puasa Syawal 2025, keutamaannya, serta tata cara pelaksanaannya.
Anjuran puasa ini terdapat dalam hadist riwayat Muslim:
عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الأَنْصَارِيِّ، – رضى الله عنه – أَنَّهُ حَدَّثَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ
“مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ”
Artinya: “Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan, lalu diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.” (HR Muslim)
Hadist ini menegaskan bahwa puasa Syawal merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan, sebagai lanjutan dari keberkahan Ramadhan.
Puasa Syawal dilakukan selama enam hari di bulan Syawal, yang pada tahun 2025 bertepatan mulai tanggal 31 Maret hingga 28 April 2025. Puasa ini dapat dimulai pada tanggal 2 Syawal, atau 1 April 2025, sehari setelah umat Islam merayakan Idul Fitri.
Meskipun dianjurkan untuk mengerjakannya secara berturut-turut di enam hari pertama setelah Lebaran, puasa ini tetap sah jika dilakukan terpisah-pisah, asalkan masih dalam bulan Syawal.
Merujuk kalender Hijriah yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI, berikut jadwal Syawal 1446 H/2025 Masehi:
Berikut adalah beberapa keutamaan puasa Syawal yang sayang untuk dilewatkan:
Seperti puasa setahun penuh
Menggabungkan puasa Ramadhan dengan enam hari puasa Syawal dihitung seperti puasa selama satu tahun penuh, karena setiap kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali.
Tanda syukur kepada Allah SWT
Menjalankan puasa ini merupakan ekspresi syukur atas nikmat bisa menuntaskan Ramadhan dan merayakan Idul Fitri dengan kemenangan iman.
Meningkatkan konsistensi ibadah
Setelah satu bulan penuh melatih diri dalam Ramadhan, puasa Syawal menjaga kesinambungan spiritual dan membantu mempertahankan disiplin diri.
Menyempurnakan ibadah Ramadhan
Sebagaimana salat sunnah melengkapi salat wajib, puasa Syawal juga menyempurnakan pahala puasa Ramadhan.
Mengikuti sunnah Rasulullah SAW
Rasulullah SAW menganjurkan umatnya menjalani puasa enam hari di bulan Syawal. Melakukannya berarti meneladani sunnah dan memperkuat kecintaan kepada beliau.
Niat puasa Syawal dilakukan sebelum terbit fajar, sebagaimana puasa pada umumnya. Namun, bagi yang lupa berniat di malam hari, diperbolehkan berniat pada pagi hari sebelum matahari tergelincir, selama belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa.
Puasa ini bisa dilakukan berturut-turut ataupun terpisah-pisah. Yang penting, seluruh enam hari tersebut tetap berada dalam rentang waktu bulan Syawal.
Berikut ini niat puasa Syawal 6 hari berturut-turut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَةِ سِتَةٍ مِنْ شَوَالٍ لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati sittatin min syawwâlin lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Aku niat puasa sunah enam hari Syawal esok hari karena Allah SWT.”
Niat Puasa Syawal Tidak Berturut-turut:
Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ مِنْ شَوَّالِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin min Syawwali sunnatan lillahi ta‘ala.
Artinya: Aku berniat puasa sunnah di bulan Syawal besok hari karena Allah Ta’ala.
Puasa Syawal adalah salah satu bentuk ibadah sunnah yang penuh keutamaan. Dengan melaksanakannya, umat Islam tidak hanya mendapatkan pahala besar, tetapi juga terus memperkuat keimanan dan kedekatan kepada Allah SWT setelah Ramadhan.
Jangan lewatkan kesempatan mulia ini, dan mari jadikan Syawal sebagai momentum melanjutkan semangat ibadah.
***