
SERAYUNEWS- Era baru Timnas Indonesia resmi dimulai. PSSI telah menunjuk John Herdman sebagai Pelatih Kepala Timnas Indonesia senior dan U-23 dengan agenda padat serta target ambisius sepanjang tahun 2026.
Pelatih asal Inggris tersebut datang bukan hanya membawa nama besar, tetapi juga rekam jejak kelas dunia yang membangkitkan optimisme publik sepak bola Tanah Air.
John Herdman dikenal sebagai arsitek sukses yang mampu membawa Timnas Kanada, baik putra maupun putri, menembus Piala Dunia FIFA.
Pendekatan kepelatihannya yang terbuka, komunikatif, dan menekankan kekuatan mental diyakini bisa menjadi fondasi penting untuk meningkatkan daya saing Timnas Indonesia di level internasional.
Namun, Herdman nyaris tak memiliki waktu untuk beradaptasi. Sejak awal 2026, agenda krusial sudah menanti, mulai dari FIFA Series, FIFA Match Day, ASEAN Cup 2026, hingga Asian Games bersama Timnas U-23.
Melansir berbagai sumber, berikut kami sajikan ulasan selengkapnya:
Ujian perdana John Herdman akan berlangsung pada ajang FIFA Series 2026, yang digelar bertepatan dengan FIFA Match Day 23–31 Maret 2026.
Turnamen anyar besutan FIFA tersebut akan dimainkan di kandang sendiri, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Meski daftar lawan belum diumumkan secara resmi, FIFA Series menjadi momentum penting bagi Herdman untuk mengenal karakter pemain, menguji skema permainan, serta mengukur kesiapan Timnas Indonesia menghadapi kompetisi yang lebih berat.
Selain aspek teknis, ajang ini juga bernilai strategis karena menyediakan poin yang dapat mendongkrak peringkat FIFA Indonesia, faktor penting untuk undian turnamen internasional ke depan.
Setelah FIFA Series, Timnas Indonesia masih akan menjalani sejumlah agenda FIFA Match Day pada bulan Juni, September, Oktober, dan November 2026.
Laga-laga uji coba internasional tersebut diproyeksikan sebagai ruang eksperimen bagi Herdman dalam mematangkan filosofi permainan.
Rotasi pemain, eksplorasi talenta muda, serta pencarian komposisi terbaik diperkirakan menjadi fokus utama, seiring kebutuhan membangun tim yang solid dalam waktu relatif singkat.
Sorotan terbesar publik sepak bola Indonesia tertuju pada ASEAN Cup 2026 (dahulu Piala AFF). Turnamen kawasan Asia Tenggara ini hadir dengan format jadwal baru, digelar pada 25 Juli hingga 26 Agustus 2026, tidak lagi di penghujung tahun.
ASEAN Cup menjadi ujian sesungguhnya bagi John Herdman. Selama puluhan tahun, trofi turnamen ini belum pernah singgah ke lemari prestasi PSSI.
Kehadiran pelatih dengan pengalaman Piala Dunia memunculkan harapan baru agar kutukan tanpa gelar dapat segera dipatahkan.
Herdman dituntut tidak hanya meracik strategi terbaik, tetapi juga membangun mental juara di ruang ganti Timnas Indonesia.
Selain memimpin tim senior, Herdman juga bertanggung jawab menangani Timnas Indonesia U-23. Tantangan terdekat datang dari Asian Games 2026 yang berlangsung pada September–Oktober.
Meski berada di luar kalender resmi FIFA, Asian Games dinilai sangat penting sebagai ajang pembuktian generasi muda. Turnamen ini sekaligus menjadi batu loncatan bagi pemain U-23 menuju level senior, sesuai visi jangka panjang PSSI.
⦁ 23–31 Maret 2026: FIFA Series (Tuan Rumah)
⦁ 1–9 Juni 2026: FIFA Match Day
⦁ 25 Juli – 26 Agustus 2026: ASEAN Cup 2026
⦁ 21 September – 6 Oktober 2026: FIFA Match Day
⦁ 9–17 November 2026: FIFA Match Day
⦁ 19 September – 4 Oktober 2026: Asian Games 2026
John Herdman dijadwalkan tiba di Jakarta pada 11 Januari 2026. PSSI akan memperkenalkan mantan pelatih Kanada tersebut secara resmi kepada publik pada 12 Januari 2026.
Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menyebut Herdman dikontrak selama dua tahun, dengan klausul perpanjangan hingga 2029. Ia mengemban peran ganda sebagai pelatih Timnas senior dan U-23.
Menariknya, Herdman akan menetap di Indonesia bersama keluarga dan asisten pilihannya. Ia menilai Indonesia sebagai proyek yang tepat karena memiliki basis suporter fanatik dan potensi pemain yang besar, termasuk dari jalur diaspora.
“Ada gairah yang luar biasa di Indonesia. Potensi ini sangat mirip dengan apa yang saya lihat di Kanada pada fase awal pembangunan tim,” ujar Herdman, dikutip dari The Canadian Press.
Nama John Herdman bukan figur sembarangan. Ia tercatat sebagai satu-satunya pelatih di dunia yang mampu membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara lolos ke Piala Dunia FIFA.
Bersama Timnas Putri Kanada, Herdman tampil di Piala Dunia 2007 dan 2011, serta mempersembahkan dua medali perunggu Olimpiade pada 2012 dan 2016.
Di sektor putra, ia mencetak sejarah dengan membawa Kanada lolos ke Piala Dunia Qatar 2022 setelah absen selama 36 tahun, sekaligus mendongkrak peringkat FIFA Kanada dari 77 ke 33 dunia.
Dengan rekam jejak tersebut, PSSI menaruh harapan besar pada John Herdman sebagai motor perubahan sepak bola nasional.
Tahun 2026 menjadi fase krusial untuk membangun fondasi, memperbaiki mental bertanding, serta meningkatkan daya saing Timnas Indonesia di level Asia dan dunia.
Agenda padat sudah menanti. Tantangan besar ada di depan mata. Kini, publik hanya bisa menanti apakah sentuhan John Herdman mampu mengubah potensi menjadi prestasi nyata.