SERAYUNEWS – Jalanan Puncak, Bogor, menjadi salah satu rute yang dilewati pemudik saat arus balik Lebaran.
Setiap tahunnya, jalur ini mengalami lonjakan kendaraan yang signifikan, menyebabkan kemacetan panjang yang sulit dihindari.
Dan pada musim Lebaran 2025, kondisi ini diperkirakan akan terulang kembali, terutama di hari-hari puncak arus balik.
Guna mengatasi kepadatan lalu lintas, pihak kepolisian kembali menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem one way dan aturan ganjil genap.
Meski demikian, kebijakan ini belum tentu sepenuhnya efektif dalam mengurai kemacetan, terlebih jika volume kendaraan yang melintas ternyata melebihi kapasitas jalan.
Sebagai solusinya, para pengguna jalan bisa memilih jalur alternatif Puncak supaya perjalanan tetap lancar dan nyaman.
Untuk itu, berikut beberapa rute alternatif yang dapat digunakan untuk menghindari kepadatan arus balik di jalur utama Puncak.
Jika terjadi kemacetan di Simpang Megamendung dan Anda ingin menuju Puncak atau Taman Safari, jalur Cilember bisa menjadi pilihan.
Caranya, setelah melintasi Simpang Megamendung sekitar 200 meter, belok kiri ke jalanan kecil.
Dari sana, pengguna jalan bisa melanjutkan perjalanannya hingga keluar di Cibeureum.
Kemudian, jalur Cileungsi – Jonggol – Cariu juga bisa menjadi pilihan para pemudik.
Dengan panjang rute sekitar 55 kilometer, jalur ini dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam dari Jakarta.
Selain lebih lancar dibanding jalur utama Puncak, rute ini juga menawarkan pemandangan yang indah selama perjalanan.
Alternatif lain yang dapat digunakan adalah jalur Jatiwangi – Bendungan – Ciawi.
Dengan panjang rute sekitar 13 kilometer, perjalanan dari Jakarta ke Bogor melalui jalur ini memakan waktu sekitar 3 jam 43 menit.
Meski tidak secepat jalur utama, rute ini seringkali lebih lancar karena tidak sepadat jalur Puncak utama.
Bagi pemudik yang hendak menuju Cirebon atau Kuningan tanpa melalui Cipali, jalur Rancaekek – Sumedang bisa menjadi alternatif terbaiknya.
Kondisi jalan di rute ini relatif baik, namun tetap disarankan untuk memantau kondisi lalu lintas sebelum berangkat guna menghindari hambatan di tengah-tengah perjalanan.
Jika jalur utama Puncak mengalami kepadatan tinggi, jalur Puncak II dapat menjadi opsi yang lebih nyaman.
Rute ini melewati Cipanas, Cianjur, hingga kembali ke Bogor.
Meskipun menjadi alternatif yang cukup efektif, para pengendara tetap harus memantau aturan lalu lintas, misalnya pemberlakuan ganjil-genap atau one way, yang kerap diterapkan di kawasan Puncak selama masa liburan.
Jadi kesimpulannya, menggunakan jalur alternatif memang bisa menjadi solusi untuk menghindari kemacetan.
Akan tetapi, pengguna jalan disarankan untuk memantau kondisi terkininya sebelum berangkat.
Sebab, beberapa rute mungkin mengalami masalah seperti pohon tumbang, perbaikan jalan, atau kepadatan tak terduga.
Oleh karenanya, sekali lagi cek dulu kondisi lalu lintas secara real-time baik itu lewat medsos kepolisian atau aplikasi navigasi supaya perjalanan tetap nyaman dan lancar.***