Senin, 23 Mei 2022

Jateng Antisipasi Potensi Lonjakan Covid-19 Pascalebaran

Ganjar saat rapat bersama Presiden Joko Widodo secara virtual, Senin (17/5/2021).

Pemprov Jateng siapkan langkah antisipatif hadapi potensi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 pasca lebaran. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta semua rumah sakit siaga selama 14 hari ke depan, semua harus siap dengan kemungkinan terjadinya lonjakan kasus itu.


Semarang, Serayunews.com

“Saya minta rumah sakit siaga. Kadinkes dan Sekda sudah saya minta menyiapkan. Kita menghitungnya 14 hari ke depan, apakah ada lonjakan pascalebaran atau tidak. Belum lagi dampak-dampak wisata yang belum selesai,” kata Ganjar usai rapat bersama Presiden Joko Widodo secara virtual, Senin (17/5/2021).

Baca juga  Belum Ditemukan di Cilacap, Kadinkes: Kenali Gejala Hepatitis Akut dan Cara Penanganannya

Dari data yang ada, belum ada lonjakan kasus berarti di Jawa Tengah. Data pekan ke-19 tahun ini, angka kasus Covid-19 Jateng justru menurun dibanding pekan sebelumnya.

“Kalau data terakhir justru menurun. Kemarin yang hasil swab selama lebaran hasilnya juga tidak banyak, dari 43 ribu tes, hanya 56 yang ditemukan,” jelasnya.

Terapkan 3T

Meski begitu pihaknya menegaskan akan terus gencar menerapkan 3T yaitu testing, tracing dan treatment. Pengetesan secara acak juga akan terus dilakukan di puntu-pintu keluar Jateng.

“Tetap kita lakukan testing, agar bisa membantu provinsi lain. Sehingga, kalau kita random test (tes acak), harapannya mereka yang akan kembali ke tempat kerja asal atau mereka yang ingin bepergian ke daerah lain di luar Jateng semuanya sehat,” pungkasnya

Baca juga  Jambore Penyuluh Antikorupsi Jangan Hanya Seremoni

Sementara itu, dalam rapat tersebut Presiden Joko Widodo meminta semua Kepala Daerah mewaspadai potensi lonjakan kasus Covid-19 pascalebaran. Sebab meski mudik dilarang, faktanya ada 1,5 juta warga yang tetap nekat mudik.

“Hati-hati pascalebaran. Betul-betul kita harus waspada karena berpotensi ada peningkatan kasus baru Covid. Meskipun kita mengeluarkan kebijakan larangan mudik, saya dapat data masih ada 1,5 juta orang yang mudik pada 6-17 Mei kemarin,” kata Jokowi.

Jokowi menegaskan semua rumah sakit harus disiapkan. Upaya testing, tracing, dan treatmen juga harus terus digenjot.

Baca juga  Dari Banjarnegara Menuju Prestasi Dunia, Tiga Putra Daerah Perkuat Indonesia di Sea Games Vietnam

“Kasus aktif akhir-akhir ini sudah ada penurunan, kita berharap tidak ada peningkatan. Tingkatkan testing dan tracing, kalau ketemu langsung di treathment. Ini harus benar-benar dilakukan, sebagai upaya kita untuk mengendalikan,” ucapnya.

Berita Terkait

Berita Terkini