
KUPANG, SERAYUNEWS – Ahmad Zaki Ali atau yang dikenal dengan sapaan Bang Jek meninggal dunia saat menjalankan misi membantu korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pendiri Yayasan Gerak Bareng itu wafat ketika bersama tim relawan sedang menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana.
Sebelum berada di lokasi bencana, Bang Jek dikenal sebagai sosok yang terlibat dalam kegiatan sosial melalui Yayasan Gerak Bareng. Lembaga tersebut menjadi wadah aktivitas kemanusiaan yang ia bangun bersama relawan lainnya.
Perjalanan Bang Jek menuju NTT terjadi ketika pengelolaan yayasan yang ia dirikan sedang memasuki masa transisi. Dalam informasi yang disampaikan keluarga kepada sejumlah media, keberangkatannya ke lokasi bencana dilakukan menggunakan biaya pribadi.
Ahmad Zaki Ali merupakan pendiri Yayasan Gerak Bareng, organisasi yang bergerak dalam bidang sosial dan kemanusiaan.
Melalui yayasan tersebut, Bang Jek bersama relawan lain terlibat dalam berbagai kegiatan bantuan masyarakat. Keterlibatannya dalam aksi kemanusiaan juga disebut telah berlangsung sejak lama.
Sebelum berangkat ke NTT, Bang Jek telah menyiapkan proses transisi pengelolaan Yayasan Gerak Bareng. Berdasarkan keterangan keluarga yang diberitakan sejumlah media, proses tersebut dilakukan agar organisasi dapat berjalan dengan manajemen baru dan tidak bergantung pada satu sosok.
Gempa yang melanda Nusa Tenggara Timur pada Agustus 2026 membuat Bang Jek kembali turun membantu warga terdampak.
Dalam kondisi yayasan sedang mengalami peralihan pengelolaan, keberangkatannya menuju NTT dilakukan secara pribadi. Informasi tersebut disampaikan keluarga melalui pemberitaan sejumlah media.
Setibanya di NTT, Bang Jek bergabung bersama relawan lain untuk membantu proses distribusi bantuan. Bantuan yang disalurkan tidak hanya berasal dari Yayasan Gerak Bareng, tetapi juga melibatkan bantuan dari sejumlah pihak yang kemudian didistribusikan kepada masyarakat terdampak.
Selama berada di NTT, Bang Jek bersama tim melakukan penyaluran bantuan di wilayah Kabupaten Manggarai Timur.
Pada Jumat (21/8/2026), kondisi Bang Jek menurun ketika masih menjalankan aktivitas distribusi bantuan. Ia kemudian mendapatkan pertolongan sebelum dinyatakan meninggal dunia.
Proses evakuasi jenazah dilakukan setelah kejadian tersebut. Jenazah Bang Jek kemudian dipulangkan ke Jakarta dan dimakamkan.
Kepergian Ahmad Zaki Ali menjadi kabar duka bagi keluarga, relawan, dan pihak yang pernah terlibat dalam kegiatan sosial bersama Yayasan Gerak Bareng.
Perjalanan Bang Jek menuju NTT menjadi bagian dari aktivitas kemanusiaan yang ia jalankan sebelum meninggal dunia. Kisah tersebut menunjukkan bagaimana kegiatan sosial yang ia bangun terus berjalan melalui keterlibatan banyak pihak. (akhmad sofwan jauhari)