
SERAYUNEWS – Sebuah kios pakan ternak di wilayah Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dilalap si jago merah pada Kamis (19/3/2026) dini hari. Peristiwa ini terjadi saat aktivitas warga masih sepi, tepatnya sekitar pukul 01.30 WIB.
Kebakaran tersebut menimpa kios yang berada di Jalan Diponegoro, Desa Kuripan, Kecamatan Kesugihan. Meski tidak menimbulkan korban, kejadian ini sempat membuat warga sekitar panik.
Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Cilacap, Gatot Arief Widodo, membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut. Ia menyebut api diduga berasal dari korsleting listrik di bagian belakang kios.
Peristiwa kebakaran pertama kali diketahui oleh salah satu saksi, Yuniarti (44), yang merupakan adik pemilik kios. Ia mengaku sempat mendengar suara benda jatuh dari arah belakang bangunan sekitar pukul 01.20 WIB.
Awalnya, suara tersebut dikira akibat gangguan hewan seperti tikus. Namun beberapa saat kemudian, muncul bunyi mencurigakan yang mengarah pada korsleting listrik.
“Setelah dicek, sudah tercium bau asap dan terlihat api mulai membesar dari bagian belakang kios,” jelas Gatot.
Mengetahui kondisi tersebut, saksi segera meminta bantuan warga sekitar. Bersama warga lainnya, mereka berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sambil menunggu petugas pemadam kebakaran datang ke lokasi.
Petugas pemadam kebakaran Cilacap yang menerima laporan langsung bergerak ke lokasi kejadian. Dengan waktu respons sekitar 10 menit, tim segera melakukan penanganan dan pemadaman api.
Proses pemadaman dan pendinginan berjalan lancar dengan menghabiskan sekitar 3.000 liter air. Berkat kesigapan petugas dan bantuan warga, api berhasil dikendalikan sebelum merambat lebih luas ke bangunan lain di sekitarnya. “Tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian ini,” tambah Gatot.
Meski tidak menimbulkan korban, kebakaran tersebut menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai sekitar Rp10 juta. Sejumlah barang dagangan di dalam kios dilaporkan ikut terbakar.
Pasca kejadian, petugas juga melakukan pendataan serta memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait pencegahan kebakaran, khususnya akibat instalasi listrik.
Peristiwa ini, bagi masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama menjelang Lebaran saat aktivitas meningkat. Warga diimbau rutin memeriksa instalasi listrik guna menghindari kejadian serupa.