Kamis, 11 Agustus 2022

Jemaah Aboge Purbalingga, Mulai Puasa Hari Senin 

Jamaah Aboge Desa Onje Purbalingga saat berjalan keluar masjid usai sholat idul fitri tahun lalu. Dok serayunews

Bukan Sabtu atau Minggu, Jamaah Alif Rebo Wage (Aboge) Desa Onje Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga, telah menentukan kapan memulai ibadah puasa Ramadan tahun ini. Sesuai hitungan waktu yang mereka percayaan secara turun temurun, puasa Ramadan tahun ini dimulai pada, Senin (04/04/2022).


Purbalingga, Serayu news.com

Berbeda waktu dengan pemerintah dalam memulai puasa Ramadan sudah menjadi hal lumrah, dialami oleh jamaah Aboge. Seperti tahun ini, rencananya jemaah Aboge akan memulai puasa di hari Senin.

Baca juga  Pesta Rakyat Purbalingga, Jadi Puncak Perayaan HUT Koperasi ke 75 

“Kami mulai Senin Kliwon tanggal 4 April,” kata Sesepuh Jemaah Aboge Desa Onje Purbalingga, Kyai Maksud, Jumat (01/04/2022).

Menurut sistem hitungan yang diyakini secara turun temurun, jemaah Islam Aboge mempercayai perhitungan dalam satu windu terdiri dari tahun Alif, Ha, Jim Awal Za, Dal Ba/be, Wawu dan Jim akhir. Selain itu, dalam satu tahun terdiri dari 12 bulan dan satu bulan terdiri atas 29-30 hari dengan Pasaran Jawa.

Pasaran Jawa sendiri meliputi Pon, Wage, Kliwon, Manis (Legi) dan Pahing. Untuk hari pasaran pertama di tahun Alif, jatuh pada Rabu Wage, tahun Ha pada Ahad/Minggu Pon (Hakadpon).

Baca juga  Seminar Kewirausahaan PWP RU IV Cilacap, Kupas Tuntas Tentang Label & Alur Perizinan PIRT

Sedangkan Ramadan tahun ini yakni Romnemro. Sebab ini Tahun Alip, dulu satu Muharom nya Rabu Wage jadi 1 Puasa jatuhnya Senin Kliwon.

“Untuk penentuan awal Ramadan berarti Romnemro, bulannya Romadhon harinya enem, enem itu ngitungnya dari Rebo jadi Ketemunya Senin, untuk pasarannya RO artinya loro hari kedua setelah wage jadi Kliwon sekarang (Ramadhan, red) Senin Kliwon,” katanya.

Seluruh aktifitas ibadah selama Ramadan, baik sholat tarawih berjamaah ataupun yang lainnya bagi para jamaah aboge di daerahnya akan dipusatkan di Masjid Raden Sayid Kuning.

Baca juga  Warga Kaligondang Purbalingga Ini, Ditemukan Meninggal Saat Membersihkan Kebun, Ternyata Ini Penyebabnya

“Nanti seperti biasa seluruh ibadah di Masjid Raden Sayid Kuning, untuk jumlah jemaahnya ya cukup banyak lah masjid kalo tarawih penuh biasanya,” ujarnya

Diketahui, penganut Islam Aboge adalah pengikut aliran yang diajarkan Raden Sayid Kuning, ulama dari kerajaan Panjang. Sedangkan perhitungan yang dipakai aliran Aboge telah digunakan para wali sejak abad ke-14 dan disebarluaskan oleh ulama Raden Rasyid Sayid Kuning.

Meskipun berbeda saat penentuan awal puasa, Jemaah Aboge mengajarkan pengikutnya untuk tidak saling membenci. “Perbedaan itu ada sejak dahulu tapi buktinya kami tetap rukun berdampingan,” kata dia.

Berita Terkait

Berita Terkini