
SERAYUNEWS- Pelatih Tim Nasional Indonesia, John Herdman, menyambangi sesi latihan Persija Jakarta di Persija Training Ground, Bojongsari, Selasa (27/1/2026).
Kunjungan tersebut menjadi sinyal kuat upaya membangun kolaborasi ideal antara klub dan Timnas demi kemajuan sepak bola Indonesia.
Herdman hadir langsung memantau jalannya latihan dan berinteraksi dengan jajaran pelatih, ofisial, hingga para pemain Persija. Kehadirannya disambut hangat oleh seluruh elemen tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut.
Selama berada di lapangan, John Herdman tampak mengamati setiap detail sesi latihan. Ia juga menyempatkan diri berbincang singkat dengan pelatih Persija, Mauricio Souza, serta beberapa pemain.
Bagi Persija, kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial. Klub membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya selama tujuannya sejalan dengan pengembangan Tim Nasional Indonesia.
Mauricio menilai langkah Herdman mengunjungi klub-klub Liga Indonesia sebagai bentuk keseriusan membangun fondasi sepak bola nasional.
Pelatih asal Brasil tersebut mengungkapkan kesan positifnya terhadap John Herdman. Ia menilai kunjungan ini sebagai langkah maju dalam membangun komunikasi antara klub dan Timnas.
“Dia memuji tim kami. Dia memang punya ide untuk mengunjungi klub-klub. Kami sempat berbincang singkat dan saya mengucapkan selamat atas tantangan besar yang dia ambil,” ujar Mauricio.
Mauricio juga mengapresiasi inisiatif Herdman yang turun langsung ke lapangan dan berdialog dengan pelatih klub.
“Saya sangat menyukai inisiatifnya untuk mengunjungi klub dan berbicara dengan para pelatih. Terlihat dia sangat termotivasi dan bekerja keras,” tambahnya.
Tak hanya itu, Mauricio turut menyampaikan harapan besar terhadap masa depan Timnas Indonesia di bawah kepemimpinan Herdman.
“Saya mendoakan kesuksesannya dan berharap pada 2030 Indonesia bisa tampil di Piala Dunia,” ucap Mauricio.
Di sisi lain, John Herdman mengaku terkesan dengan sambutan hangat yang ia terima dari Persija. Menurutnya, keterbukaan klub menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan jangka panjang antara Timnas dan klub.
“Saya sangat terkesan dengan keramahan klub. Persija fantastis hari ini. Mereka membuka pintu, mengizinkan kami menonton latihan, dan sangat terbuka terhadap saran,” kata Herdman.
Ia menegaskan bahwa kunjungan ini bukan formalitas semata, melainkan bagian dari strategi membangun kepercayaan dan komunikasi.
“Penting membangun hubungan ini. Bagi para pemain, penting melihat pelatih kepala Tim Nasional hadir di lingkungan seperti ini, agar mereka tahu bahwa saya mengawasi,” ujarnya.
Selain membahas sinergi dengan Timnas, Persija juga memperkenalkan empat pemain baru untuk menghadapi putaran kedua BRI Super League 2025/26. Mereka adalah Fajar Fathurrahman, Alaeddine Ajaraie (Maroko), Paulo Ricardo (Brasil), dan Shayne Pattynama.
Mauricio Souza menyambut positif kedatangan para pemain anyar tersebut. Ia meyakini keempatnya mampu memberikan kontribusi signifikan bagi tim.
“Setiap pemain memiliki waktu adaptasi masing-masing. Secara fisik mereka datang dalam kondisi baik. Sekarang tinggal memahami cara kami bermain dan strategi pertandingan,” ujar Mauricio.
Ia menilai para rekrutan anyar memiliki kualitas teknis yang mumpuni dan sesuai dengan kebutuhan tim.
Shayne Pattynama menjadi nama yang cukup menyita perhatian publik. Mauricio memastikan kondisi bek Timnas Indonesia itu berada dalam keadaan baik dan terus dipantau perkembangannya.
“Kondisinya baik, dia sudah berlatih. Kami akan menilai dari hari ke hari. Dia pemain yang punya semua hal untuk membantu tim,” kata Mauricio.
Meski demikian, Mauricio menegaskan keputusan memainkan Shayne akan mempertimbangkan kesiapan penuh sang pemain.
Di sisi lain, Persija juga melakukan perombakan skuat dengan melepas enam pemain, baik secara permanen maupun melalui skema peminjaman. Dua nama asing, Gustavo França dan Alan Cardoso, termasuk dalam daftar pemain yang dilepas.
Mauricio menjelaskan keputusan tersebut diambil berdasarkan evaluasi teknis dan kebutuhan tim.
“Alan Cardoso sebenarnya bagian dari proses pergantian. Terkadang pemain membutuhkan waktu lebih lama untuk beradaptasi dengan gaya bermain dan kondisi,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa faktor kuota pemain asing turut memengaruhi keputusan tersebut.
“Alan adalah pemain yang sangat bagus secara teknis. Namun, kami memiliki batasan kuota pemain asing. Di sisi lain, Dony masuk dan tampil sangat baik, jadi dia harus bermain,” tutup Mauricio.