
SERAYUNEWS – Mimpi punya rumah sendiri terasa makin sulit diwujudkan? Tenang, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bawa angin segar buat kamu! Kini, akses bantuan rumah layak huni Jateng makin gampang dijangkau berkat peluncuran program andalan terbaru bernama “Ngopeni Omah Nglakoni Sesarengan”.
Diresmikan langsung oleh Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen (mewakili Gubernur Ahmad Luthfi) di Banyumas pada pertengahan Februari 2026 lalu, program ini dikemas dengan pendekatan yang jauh dari kesan birokratis. Sesuai namanya, Ngopeni Omah dimaknai sebagai komitmen pemerintah merawat hunian warga, sedangkan Nglakoni Sesarengan membawa semangat gotong royong lintas sektor. Artinya, urusan papan warga tak lagi diselesaikan sendirian.
Wakil Gubernur yang akrab disapa Gus Yasin ini menegaskan bahwa program ini hadir sebagai solusi sapu jagat untuk berbagai masalah perumahan. “Bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang belum punya hunian atau rumahnya sudah tak layak, semuanya kita bantu,” ungkapnya.
Solusi yang disiapkan pun sangat komprehensif. Jika rumahmu rusak berat, ada skema perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Bagi kalangan MBR yang kesulitan beli rumah, tersedia fasilitas rumah subsidi FLPP untuk menekan angka kekurangan rumah (backlog). Menariknya lagi, buat warga yang sudah punya lahan tapi tak punya modal membangun fisik rumah, Pemprov menggandeng BKK BPR lewat skema ‘Omah Lestari’.
Rekam jejak program bantuan rumah layak huni Jateng ini jelas nggak kaleng-kaleng. Sepanjang tahun 2025 saja, Pemprov sukses menyulap dan menyediakan 17.513 unit rumah dengan kucuran dana mencapai Rp357,6 miliar! Kerja keras gotong royong ini bahkan diganjar penghargaan prestisius sebagai Peringkat I Nasional dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI.
Nggak mau cepat puas, di tahun 2026 ini targetnya kembali dipatok tinggi. Pemprov Jateng siap mengeksekusi 10.231 unit rumah dengan alokasi anggaran sebesar Rp210 miliar. Angka ini mencakup ribuan perbaikan rumah, pembangunan rumah sederhana sehat, relokasi korban bencana, hingga inovasi rumah apung.
Nggak cuma memikirkan soal atap dan tembok, peluncuran program ini juga dibarengi dengan aksi bagi-bagi berkah energi. Ratusan unit rumah di Banyumas dan Cilacap mendapat bantuan pemasangan sambungan listrik gratis senilai Rp119,7 juta. Ditambah lagi, ada suntikan dukungan panel surya (PLTS Rooftop) senilai Rp74,7 juta bagi pelaku UMKM di Kalibagor untuk menekan biaya operasional mereka.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Jateng, Boedyo Dharmawan, memastikan bahwa kolaborasi raksasa ini—yang melibatkan pusat, provinsi, CSR perusahaan, hingga Baznas—adalah bukti nyata dedikasi kepemimpinan Luthfi-Yasin.
“Ini adalah program solusi untuk warga. Monggo, masyarakat jangan ragu ikut menyebarluaskan info ini dan segeralah berkonsultasi ke dinas terkait jika memiliki persoalan perumahan,” pesan Boedyo.