
SERAYUNEWS – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) terus menguatkan literasi bahasa Inggris masyarakat melalui program Kampung Inggris UMP.
Pertemuan kedua program ini sukses digelar pada Rabu (14/1) di Balai Adipati Mrapat, kawasan Kota Lama Banyumas.
Kegiatan tersebut menyasar peningkatan kemampuan dasar bahasa Inggris warga secara berkelanjutan dengan pendekatan yang komunikatif dan aplikatif.
Fokus materi pada pertemuan kali ini adalah Basic Greeting atau teknik menyapa dan membuka percakapan dalam bahasa Inggris.
Peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga langsung mempraktikkan percakapan melalui simulasi situasi sehari-hari.
Metode ini dirancang agar peserta lebih cepat memahami materi sekaligus berani menggunakan bahasa Inggris dalam konteks nyata.
Kegiatan dipandu oleh dua pengajar, Nasywa Nur Ramadhani dan Widia Nurwahidah. Keduanya mengaku terkesan dengan semangat dan partisipasi aktif peserta selama sesi berlangsung.
“Antusiasme peserta membuat proses belajar terasa hidup dan menyenangkan. Dengan total 14 pertemuan dan tema mingguan yang bervariasi, kami berharap peserta tidak merasa bosan mengikuti kegiatan ini,” ujar Nasywa.
Program Kampung Inggris UMP dirancang dengan tema berbeda di setiap pertemuan untuk menjaga minat belajar peserta sekaligus memperluas cakupan materi.
Suasana belajar yang dinamis mendapat respons positif dari peserta. Salah satunya Bapak Kartiko, yang menilai inovasi metode pembelajaran menjadi keunggulan utama program ini.
“Program Kampung Inggris UMP ini sangat bagus dan menarik, terutama karena adanya kuis serta souvenir yang membuat peserta lebih fokus dan tidak bosan saat belajar. Saya berharap ke depannya program ini dapat terus dikembangkan,” kata dia.
Melalui inisiatif Kampung Inggris, UMP menegaskan perannya dalam pengabdian kepada masyarakat.
Program ini tidak hanya menjadi kursus singkat, tetapi juga bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah Banyumas melalui pendidikan nonformal.
UMP berharap program ini mampu mendorong masyarakat lebih percaya diri dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris, terutama untuk kebutuhan pariwisata, pelayanan publik, dan ekonomi kreatif.