
SERAYUNEWS- Mahasiswa Program Studi Informatika UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Fitri Nurjanati, berhasil meraih Juara 2 Nasional dalam ajang Lomba Batik Digital Nusantara pada Kompetisi Sains dan Teknologi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (KST PTKI) II Tahun 2026.
Penghargaan tersebut diraih melalui karya bertajuk “Nusa Neural: Revitalisasi Konektivitas Maritim Nusantara dalam Ekosistem Digital” yang tampil pada kategori dan subtema Beyond Fabric.
Karya inovatif ini berhasil menarik perhatian dewan juri karena mampu memadukan nilai budaya Nusantara dengan perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.
Dalam karyanya, mahasiswi Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) itu mengangkat identitas Indonesia sebagai negara maritim yang sejak berabad-abad lalu terhubung melalui jalur laut antarpulau.
Konsep tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam konteks modern, di mana konektivitas tidak lagi hanya terjadi melalui lautan, tetapi juga melalui jaringan digital yang menghubungkan manusia, budaya, dan informasi tanpa batas geografis.
Nama Nusa Neural sendiri berasal dari dua kata, yakni Nusa yang merujuk pada kepulauan Nusantara dan Neural yang menggambarkan jaringan yang saling terhubung seperti sistem saraf digital.
Melalui konsep tersebut, Fitri ingin menunjukkan bahwa budaya Indonesia dapat terus berkembang tanpa kehilangan identitasnya di tengah arus transformasi teknologi.
Karya batik digital ini menampilkan berbagai elemen khas Indonesia yang dikombinasikan dalam desain modern dan futuristik.
Beberapa elemen visual yang digunakan antara lain:
· Kapal pinisi sebagai simbol kejayaan maritim Nusantara.
· Kompas yang melambangkan arah dan konektivitas.
· Terumbu karang sebagai representasi kekayaan laut Indonesia.
· Jaringan antarpulau yang menggambarkan persatuan bangsa.
· Arus data digital sebagai simbol transformasi teknologi.
Garis-garis dinamis dalam desain mencerminkan pergerakan arus laut sekaligus aliran informasi digital yang terus berkembang. Sementara titik-titik atau nodes yang tersebar di berbagai bagian motif menggambarkan konektivitas antarpulau, interaksi budaya, dan kemajuan teknologi.
Perpaduan warna biru, hijau neon, ungu, kuning, serta cokelat dipilih untuk merepresentasikan keberagaman Nusantara sekaligus semangat inovasi generasi digital.
Menurut Fitri, konsep Beyond Fabric memberikan ruang bagi batik untuk tampil tidak hanya sebagai kain tradisional, tetapi juga sebagai bahasa visual yang mampu hidup di berbagai media digital modern.
Salah satu kekuatan utama karya “Nusa Neural” terletak pada implementasinya yang melampaui fungsi batik konvensional.
Fitri mengaplikasikan motif tersebut ke berbagai produk digital dan modern, seperti:
· Cover laptop
· Casing telepon genggam
· Wallpaper digital
· Busana muslim kontemporer
Pendekatan ini menunjukkan bahwa batik dapat bertransformasi menjadi identitas visual yang fleksibel dan relevan dengan gaya hidup generasi muda.
Selain memperluas pemanfaatan batik, konsep tersebut juga menjadi contoh nyata bagaimana teknologi dapat digunakan sebagai sarana pelestarian budaya yang efektif di era digital.
Keberhasilan Fitri Nurjanati meraih Juara 2 Nasional menjadi bukti bahwa mahasiswa Informatika tidak hanya unggul dalam bidang teknologi informasi, tetapi juga mampu mengintegrasikan kreativitas, seni, budaya, dan inovasi digital ke dalam karya yang kompetitif.
Prestasi ini semakin memperkuat posisi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Saizu sebagai institusi yang mendorong lahirnya talenta-talenta inovatif yang mampu menjawab tantangan zaman.
Melalui karya “Nusa Neural”, Fitri membuktikan bahwa teknologi dapat menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan dalam satu identitas budaya yang kuat.
Kepala Program Studi Informatika UIN Saizu, Anas Azhimi Qalban, menyampaikan apresiasinya atas prestasi yang diraih Fitri dalam ajang KST PTKI II Tahun 2026 yang berlangsung pada 24 April hingga 8 Juni 2026.
“Capaian ini membuktikan bahwa mahasiswa Informatika mampu mengembangkan kompetensi yang tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi kreatif yang mengangkat nilai-nilai budaya Indonesia,” ujarnya.
Dia berharap semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus berkarya, berinovasi, dan berani berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional.
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Saizu Purwokerto, Prof. Kholid Mawardi, turut mengungkapkan rasa syukur atas prestasi yang diraih mahasiswanya.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan kearifan budaya mampu menghasilkan karya yang inovatif sekaligus memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional.
Ia menegaskan bahwa Fakultas Saintek akan terus mendukung pengembangan potensi mahasiswa agar menjadi generasi unggul, kreatif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa melalui inovasi berbasis teknologi dan budaya.
“Prestasi yang diraih Fitri Nurjanati membuktikan bahwa inovasi digital dapat menjadi media efektif untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan warisan budaya Indonesia kepada masyarakat yang lebih luas,” katanya.
Keberhasilan Fitri Nurjanati dalam Lomba Batik Digital Nusantara KST PTKI II Tahun 2026 menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan generasi muda Indonesia untuk terus berinovasi.
Melalui karya “Nusa Neural”, ia menunjukkan bahwa budaya dan teknologi bukanlah dua dunia yang bertentangan. Keduanya justru dapat berjalan beriringan untuk menciptakan masa depan yang tetap berakar pada identitas bangsa.
Prestasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa kreativitas digital mampu membuka jalan baru dalam pelestarian budaya Indonesia di tengah perkembangan teknologi global yang terus bergerak cepat.