Jumat, 12 Agustus 2022

Kebutuhan Darah Meningkat, PMI Banjarnegara Genjot Sosialisasi Donor Sukarela

Kebutuhan Darah Meningkat, PMI Banjarnegara Genjot Sosialisasi Donor Sukarela

Dalam sebulan terakhir, permintaan darah di PMI Banjarnegara mengalami peningkatan. Meski kenaikan tersebut masih tergolong wajar dan tidak signifikan, PMI Banjarnegara menggencarkan sosialisasi donor darah sukarela.


Banjarnegara, serayunews.com

Kenaikan permintaan darah di PMI Banjarnegara terjadi karena beberapa faktor, mulai dari kecelakaan lalu lintas hingga penyintas penyakit tertentu. Namun sejauh ini, PMI Banjarnegara masih bisa memenuhi permintaan darah dari masyarakat.

Ketua PMI Banjarnegara, dr Amalia Desiana mengatakan, PMI Banjarnegara terus berupaya memberikan pelayanan terbaik. Salah satunya menggenjot jumlah pendonor sukarela agar ketika masyarakat membutuhkan stok darah di PMI masih tetap terjaga.

Baca juga  Usai Dilatih Baznas, Peserta Pelatihan Ekonomi Produktif di Banjarnegara Dituntut Ciptakan Jejaring Usaha

“Kami terus berupaya dan melakukan sosialisasi dan edukasi. Sehingga jumlah pendonor sukarela terus bertambah demi memenuhi dan menjaga ketersediaan darah bagi masyarakat,” katanya.

Dalam sosialisasi dan edukasi pentingnya donor darah, PMI Banjarnegara juga membentuk kelompok-kelompok kecil pendonor sukarela. PMI juga menggandeng pemerintah desa serta instansi lain yang ada di Banjarnegara.

“Saat ini memang sudah banyak kelompok pendonor sukarela. Kami mengucapkan terima kasih. Berkat donor sukarela ini, PMI bisa memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Unit Donor Darah PMI Kabupaten Banjarnegara, Syarah Mutia Dewi mengatakan, dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan donor darah, maka butuh inovasi dalam membentuk kelompok donor darah di kalangan pemuda.

Baca juga  Layani Konsultasi Parpol Jelang Pemilu 2024, KPU Banjarnegara Bentuk Helpdesk

“Ini menjadi program serius kami, dimana pemuda merupakan agen kemanusiaan yang harus selalu kita dengungkan,” katanya.

Peran serta pemuda, harapannya dapat maksimal dalam memberikan sumbangsih untuk sesama salah satunya dalam kegiatan donor darah.

“Bagus sekali jika dalam momen semarak kemerdekaan ini, diselipkan kegiatan sosial donor darah sebagai wujud kebersamaan dan peduli kemanusiaan,” katanya.

Ia mengatakan, untuk dapat menjadi pendonor, ada beberapa persyaratan. Calon pendonor harus sehat jasmani dan rohani, berusia minimal 17 tahun, berat badan minimal 45 kilogram.

Selanjutnya, suhu tubuh 36,6-37,5 derajat celcius, tekanan darah 110-160 (sistolik) dan 70-90 (diastolic), denyut nadi 60-100 permenit. Kadar HB minimal 12,5 gr/dl untuk pria, sementara untuk wanita yakni 12 gr/dl dan tidak dalam kondisi haid atau datang bulan.

Berita Terkait

Berita Terkini