
SERAYUNEWS – Sekretaris Daerah Banyumas, Agus Nur Hadie, memberikan penekanan khusus pada pentingnya budaya pelayanan yang humanis di Mal Pelayanan Publik (MPP). Beliau mendorong seluruh petugas untuk selalu mengedepankan sikap ramah melalui prinsip salam, senyum, dan sapa, di samping menjaga kecepatan, transparansi, serta akuntabilitas demi pelayanan yang adaptif bagi masyarakat.
Agus berujar, setiap masyarakat yang keluar dari MPP harus menunjukan muka senang, karena itu menandakan pelayanan yang ia dapatkan berjalan dengan baik dan lancar.
“Kalau yang keluar menunjukkan mimik muka cemberut, menggerutu berarti ada yang salah pada pelayanan kita,” ujarnya saat memberikan arahan pada apel pagi dalam rangka HUT MPP ke-7, Senin (19/1/26).
Menurutnya, keramahan harus dibarengi dengan transformasi sistem yang kuat, mulai dari penyederhanaan birokrasi, pemanfaatan teknologi tepat guna, hingga kolaborasi antar instansi.
“Hal tersebut penting, demi mewujudkan MPP Banyumas yang benar-benar mampu menghadirkan layanan yang gampang, cepet, tur ora ribet sesuai dengan tema yang diangkat tahun ini,” ujarnya.
Agus menggarisbawahi, kehadiran MPP bukan hanya memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai jenis layanan dalam satu tempat, tetapi juga menghadirkan kenyamanan, kepastian, dan efisiensi yang semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kita juga harus menyadari bahwa tantangan pelayanan publik ke depan tidak semakin ringan. Masyarakat kini semakin kritis, semakin melek teknologi, dan semakin menuntut pelayanan yang cepat, transparan, serta berkualitas,” ungkapnya.
Guna menjawab ekspektasi tersebut, Agus mendorong lahirnya inovasi-inovasi pelayanan, khususnya yang berbasis digital namun tetap memiliki sisi kemanusiaan yang hangat.
“Namun inovasi tersebut harus diiringi dengan sosialisasi yang masif dan mudah dipahami, agar masyarakat benar-benar mengetahui alur, prosedur, serta cara memanfaatkan layanan digital yang tersedia,” ucapnya.
Ia berharap, dengan perpaduan teknologi dan pelayanan yang ramah, ke depan MPP Banyumas dapat menjadi role model pelayanan publik di Jawa Tengah.
Senada dengan hal tersebut, Kepala DPMPTSP, Roni Hidayat, menyatakan kesiapannya untuk memastikan setiap petugas di lapangan memberikan pelayanan prima yang penuh keramahan sesuai arahan pimpinan.
“Tentunya kita akan melaksanakan evaluasi dari pelayanan tahun lalu. Dan akan berusaha memperbaiki sebaik dan secepat mungkin,” katanya.
Berkaitan dengan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru di Banyumas, ia berujar pihaknya akan segera menyesuaikan dengan SOP yang ada agar alur koordinasi tetap berjalan harmonis.
“Akan segera kita kumpulkan dan lakukan koordinasi dengan OPD-OPD terkait,” ujarnya.