
SERAYUNEWS–Kekeringan dan kesulitan air bersih yang terjadi di lereng Gunung Slamet semakin parah. Kondisi tersebut menyebabkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga melakukan droping air bersih kepada warga.
Kepala Pelaksana BPBD Purbalingga Revon Hapindriat, Sabtu (27/6/2026) mengatakan droping air bersih dilaksanakan Jumat (26/6/2026). Lokasinya masing-masing di RT 02 RW 01 dan 18 RW 05 RT 16 RW 04, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, serta RT 02 RW 07, RT 04 RW 07 Dusun Gunungmalang, Desa Serang, Kec. Karangreja.
“Di Desa Kutabawa Kecamatan Karangreja, jumlah total volume 10.000 Liter dengan dua truk tangki diberikan kepada 48 KK 190 Jiwa. Sedangkan di Desa Serang, Kecamatan Karangreja jumlah total volume : 10.000 Liter dengan dua truk tangki untuk 50 KK 200 Jiwa,” paparnya.
BPBD Purbalingga memastikan pasokan air tersebut diterima seluruh warga yang membutuhkan. “Kondisi kesulitan air bersih akan banyak terjadi memasuki musim kemarau. Pemerintah desa dan kecamatan bisa berkoordinasi untuk mendapatkan pasokan air bersih,” imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan, Warga yang ada lereng Gunung Slamet di Kabupaten Purbalingga masing-masing Desa mengalami kesulitan air bersih. Kondisi tersebut terjadi akibat musim kemarau yang mulai datang. Selain itu jaringan air bersih yang dimiliki juga rusak akibat tersapu banjir bandang beberapa waktu lalu.