
PURWOKERTO, SERAYUNEWS– Musim kemarau yang melanda Kabupaten Banyumas tidak hanya berdampak pada berkurangnya pasokan air bagi masyarakat, tetapi juga mengganggu persiapan atlet Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Banyumas menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026.
Akibat debit air sungai yang terus menyusut, para atlet kini harus memanfaatkan saluran irigasi di kawasan Kranji, Jalan Bung Karno, Purwokerto, sebagai lokasi latihan agar tetap menjaga performa menjelang kompetisi yang digelar pada Oktober 2026.
Pelatih FAJI Kabupaten Banyumas, Abdul Muis, mengatakan para atlet mulai berlatih di saluran irigasi sejak sekitar satu bulan terakhir karena kondisi sejumlah sungai sudah tidak lagi ideal untuk olahraga arung jeram.
“Sejak bulan lalu (latihan di saluran irigasi), ya mulai sungai-sungai debitnya turun,” kata Abdul Muis.
Ia menjelaskan, beberapa sungai yang selama ini menjadi lokasi latihan, seperti Sungai Banjaran, Tajum, Logawa, dan Mengaji, mengalami penurunan debit air yang cukup drastis.
Sebelum memanfaatkan saluran irigasi, atlet FAJI sempat berlatih di kolam retensi Jalan Bung Karno. Namun, kondisi air di lokasi tersebut kini juga semakin dangkal.
“Sebelumnya kami latihan di kolam retensi Jalan Bung Karno. Namun sekarang airnya tinggal sekitar 70 sentimeter. Yang paling stabil airnya saat ini justru di saluran irigasi ini,” katanya.
Menurut Abdul Muis, saluran irigasi yang digunakan memiliki kedalaman sekitar 1,5 meter, sehingga masih cukup aman untuk latihan fisik dan teknik dasar.
Meski belum memenuhi standar ideal, kondisi tersebut dinilai lebih baik dibandingkan sungai yang debit airnya terus menurun.
“Kalau idealnya untuk latihan sekitar dua meter. Tapi dengan kedalaman 1,5 meter ini sudah lumayan karena airnya stabil dan ada arusnya juga, sehingga cukup membantu latihan fisik atlet,” ujarnya.
Selain kondisi air yang lebih stabil, pemilihan saluran irigasi juga mempertimbangkan efisiensi biaya operasional.
Lokasinya yang tidak jauh dari asrama atlet di Jalan Kalibener membuat tim pelatih memilih memaksimalkan fasilitas yang tersedia di Purwokerto.
“Kami terbatas biaya operasional dan jaraknya juga cukup jauh dari asrama atlet. Jadi untuk sementara kami maksimalkan fasilitas yang ada di Purwokerto,” kata Muis.
Para atlet menjalani latihan rutin setiap hari, kecuali Minggu. Dalam satu sesi latihan, mereka menempuh lintasan sekitar 1 kilometer, dengan rute 500 meter ke arah hulu dan 500 meter ke arah hilir.
“Latihan setiap hari, kecuali hari Minggu, mereka libur,” ujarnya.
Abdul Muis menilai saluran irigasi di kawasan Jalan Bung Karno memiliki potensi besar apabila dikembangkan menjadi arena olahraga arung jeram permanen.
Menurutnya, pembangunan jeram buatan tidak hanya mendukung pembinaan atlet, tetapi juga dapat menjadi sarana edukasi sekaligus destinasi wisata olahraga air di tengah Kota Purwokerto.
“Kalau pemerintah daerah bisa memfasilitasi dengan membuat jeram buatan untuk latihan, maupun perlombaan arung jeram, saya kira sangat potensial. Lokasinya di tengah kota sehingga bisa menjadi tempat edukasi sekaligus mengenalkan olahraga arung jeram kepada masyarakat,” katanya.
Dengan memanfaatkan saluran irigasi sebagai arena latihan sementara, FAJI Banyumas berharap para atlet tetap mampu menjaga kesiapan fisik dan teknik sehingga dapat tampil maksimal pada Porprov Jawa Tengah 2026.