
PURWOKERTO, SERAYUNEWS— Pusat Unggulan IPTEKS Research Centre of Rural Health (PUI-PT RCRH) terus mendorong penguatan kesejahteraan petani melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat skema Pengabdian Berbasis Riset tahun 2026, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.
Program tersebut diwujudkan melalui kegiatan bertajuk “Edukasi Manajemen Budidaya Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth) Kelompok Tani Baturagung untuk Hilirisasi Produk Minyak Atsiri Berkelanjutan”. Kegiatan berlangsung pada tanggal 7 Agustus dan 5 September 2026 di Desa Baseh, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas.
Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas kelompok tani Baturagung, khususnya dalam mengembangkan produk minyak atsiri nilam menjadi produk yang bermanfaat bagi Kesehatan, kosmetik, atau pun lainnya.
Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian bersama mitra yang merupakan Dinas Pertanian setempat tidak hanya memberikan materi, tetapi juga memperkenalkan dan mempraktikkan penggunaan peralatan produksi minyak atsiri nilam. Dukungan peralatan tersebut menjadi bagian penting dalam proses diversifikasi produk agar petani kedepannya mampu mengembangkan produk turunan minyak atsiri nilam yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Peralatan produksi diharapkan dapat membantu meningkatkan kapasitas dan efisiensi kerja, sekaligus menjaga konsistensi kualitas produk. Dengan dukungan tersebut, kelompok tani Baturagung juga memiliki peluang lebih besar untuk menciptakan varian produk baru yang memiliki nilai tambah.
Ketua tim pelaksana, Dr. Muhamad Salman Fareza, M.Si, mengatakan ke depan kelompok tani hanya menjual bahan baku mentah saja yaitu dalam bentuk tanaman nilam kering tetapi ditingkatkan menjadi produksi minyak atsirinya atau produk turunan minyak tersebut. Menurut dia, para petani juga perlu memahami perkembangan pasar dan mampu melakukan inovasi secara berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap kelompok tani Baturagung tidak hanya mampu memproduksi minyak atsiri secara mandiri, tetapi juga dapat menghasilkan produk yang lebih inovatif, memiliki nilai tambah, dan semakin berdaya saing,” ujarnya.
Ia menambahkan, minyak atsiri yang dihasilkan perlu dilakukan analisa kualitas agar mampu bersaing secara luas. Produk yang berkualitas perlu diimbangi dengan kemampuan mengetahui karakteristik minyak nilam yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI)
Karena itu, program pengabdian tersebut turut memberikan pelatihan dan pendampingan mengenai cara menganalisis kualitas minyak atsiri nilam berdasarkan pendekatan saintifik. Pendekatan ini diharapkan membantu kelompok tani Baturagung dapat mengontrol secara berkala dari produksi yang dilakukan
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Peserta terdiri dari 23 anggota kelompok tani dan dipimpin oleh Pujo selaku ketua kelompok tani Baturagung. Kegiatan tersebut juga melibatkan beberapa dosen dan mahasiswa sehingga tercipta kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat Interaksi tersebut diharapkan menjadi sarana transfer pengetahuan dan teknologi yang tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh mitra.
Program hibah pengabdian ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di lingkungan kampus diharapkan dapat memberikan manfaat langsung dan mendorong penguatan ekonomi bagi masyarakat.
Bagi kelompok tani Baturagung, program tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk meningkatkan perekonomian warga. Ke depan, pendampingan ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian kelompok tani Baturagung. Dengan kemampuan memproduksi minyak atsiri nilam secara mandiri, kelompok tani Baturagung diharapkan dapat tumbuh menjadi usaha yang inovatif, adaptif, dan semakin kompetitif.