
SERAYUNEWS – Komitmen membantu masyarakat kurang mampu terus dilakukan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cilacap. Melalui Program Benah Rumah, Kemenag bersama sejumlah Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bergotong royong memperbaiki rumah warga yang kondisinya sudah tidak layak huni.
Program sosial yang telah berjalan sejak 2022 tersebut menjadi salah satu upaya nyata untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sekaligus mendukung program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan di Kabupaten Cilacap.
Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Cilacap, Sri Endah Sukmawati, menjelaskan Program Benah Rumah lahir dari kepedulian terhadap warga yang masih tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan.
Menurutnya, setiap keluarga berhak memiliki tempat tinggal yang aman, nyaman, dan sehat untuk dihuni bersama anggota keluarga.
“Kami ingin masyarakat memiliki rumah yang layak huni, nyaman ditempati, dan sehat bagi keluarganya. Harapannya rumah tersebut benar-benar menjadi tempat yang membawa ketenangan dan kebahagiaan bagi penghuninya,” ujarnya.
Ia menambahkan, program tersebut merupakan hasil sinergi berbagai lembaga zakat di Cilacap yang dikoordinasikan oleh Kemenag. Melalui kolaborasi itu, bantuan dapat disalurkan secara lebih terarah kepada masyarakat yang membutuhkan.
Selain menjadi bentuk kepedulian sosial, Program Benah Rumah juga diharapkan mampu membantu pemerintah daerah dalam mengurangi angka kemiskinan melalui penyediaan hunian yang lebih layak bagi warga kurang mampu.
Dalam pelaksanaannya, Program Benah Rumah didukung oleh 11 lembaga yang terdiri dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kemenag, LAZ, dan BAZNAS. Seluruh pihak yang terlibat berkontribusi dalam pembiayaan program sesuai kemampuan masing-masing.
Endah menjelaskan, setiap kegiatan renovasi rumah rata-rata membutuhkan anggaran sekitar Rp20 juta. Jika kebutuhan biaya melebihi angka tersebut, maka kekurangannya menjadi tanggung jawab lembaga yang mengusulkan penerima manfaat.
“Semua pihak yang terlibat ikut berkontribusi. Besarannya berbeda-beda, ada yang mampu menyumbang Rp2 juta, ada juga yang mencapai Rp3,5 juta untuk satu kegiatan,” ujarnya.
Sebelum bantuan diberikan, calon penerima terlebih dahulu diusulkan oleh lembaga terkait. Selanjutnya tim dari Kemenag melakukan survei lapangan untuk memastikan kondisi rumah dan kelayakan penerima bantuan.
Menariknya, proses pembangunan tidak dibebankan kepada pemilik rumah. Kemenag telah menyiapkan tim khusus yang bertugas mengelola renovasi hingga rumah benar-benar layak dihuni.
“Kami memiliki tim yang menangani pekerjaan di lapangan. Jadi penerima manfaat tidak perlu mengelola pembangunan, karena seluruh proses dikerjakan sesuai perencanaan dan anggaran yang tersedia,” jelasnya.
Sepanjang 2026, Program Benah Rumah telah menyasar enam rumah warga di sejumlah wilayah Kabupaten Cilacap. Penerima manfaat tersebut antara lain Mustakim warga Desa Kesugihan Kidul, Kecamatan Kesugihan, Ade Yusuf warga Kelurahan Donan, serta Wagimin dari Kelurahan Sidanegara, Kecamatan Cilacap Tengah.
Pada Maret 2026, bantuan diberikan kepada Ngatiyem, warga Desa Adipala. Kemudian pada April rumah milik Riyanto di Kelurahan Kebonmanis, Kecamatan Cilacap Utara mendapat giliran untuk direnovasi. Sementara pada Mei, program tersebut menyasar rumah Prayitno di Desa Karangsari, Kecamatan Adipala.
Saat ini, Kemenag Cilacap juga tengah melakukan survei terhadap dua calon penerima manfaat berikutnya, yakni warga Kelurahan Tegalreja, Kecamatan Cilacap Selatan dan Desa Alangamba.
Hingga akhir Juni mendatang, jumlah rumah yang direnovasi ditargetkan bertambah menjadi delapan unit. Secara keseluruhan, Kemenag Cilacap menargetkan lebih dari 12 rumah dapat dibenahi sepanjang 2026.
Endah berharap sinergi antara Kemenag, LAZ, dan BAZNAS dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak warga yang merasakan manfaat program tersebut.
“Harapannya jumlah rumah yang dibenahi terus meningkat setiap tahun. Kami ingin semakin banyak masyarakat yang sebelumnya tinggal di rumah tidak layak huni bisa menikmati hunian yang lebih aman dan nyaman. Tahun lalu ada 16 rumah yang berhasil dibenahi, tahun ini minimal bisa menyamai bahkan lebih baik lagi,” pungkasnya.