
SERAYUNEWS – Kementerian Dalam Negeri RI (Kemendagri) melalui Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum memberikan pencerahan kepada pelajar di Kabupaten Purbalingga bahwa politik bukanlah sesuatu yang kotor dan membosankan.
Edukasi tersebut disampaikan dalam Forum Penguatan Demokrasi Bagi Pelajar di Gedung OR Graha Adiguna Kabupaten Purbalingga, Kamis (22/1/2026).
Kegiatan ini menyasar pelajar tingkat SLTA yang telah memiliki hak pilih agar memiliki pemahaman politik yang sehat, rasional, dan bertanggung jawab sejak dini.
Kasubdit Fasilitasi Pemilu dan Pengembangan Demokrasi Kemendagri, Ispahan Setiadi, menegaskan bahwa politik kerap disalahpahami sebagai sesuatu yang kotor dan tidak menarik. Padahal, politik justru akan membawa manfaat jika dijalankan dengan cara yang benar.
“Politik juga tidak membosankan, justru menyenangkan sama dengan bermain game Mobile Legend, ada pembagian tugas di dalamnya dan semua berstrategi di situ untuk mencapai tujuan,” katanya.
Menurutnya, politik adalah ruang strategis untuk menentukan arah kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
Ispahan menambahkan bahwa politik tidak bisa dianggap remeh karena memiliki efek jangka panjang terhadap masa depan bangsa.
“Jangan salah, politik itu ibarat menanam pohon, apa yang ditanam sekarang apa yang nanti dipetik hasilnya. Jadi buahi terus, sirami terus. Maka menurut kami pendidikan politik dan penguatan demokrasi harus terus dilakukan,” katanya.
Ia menekankan bahwa penguatan demokrasi tidak cukup berhenti pada pemahaman teori, tetapi harus mendorong perubahan pola pikir dan perilaku generasi muda.
“Bukan hanya kritis yang konfrontatif asal beda asal bilang. Tapi kritis yang solutif dan bertanggungjawab,” imbuhnya.
Forum Penguatan Demokrasi ini diselenggarakan oleh Kemendagri bekerja sama dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Purbalingga dan diikuti sekitar 100 pelajar SLTA yang telah memiliki hak pilih.
Sejumlah materi strategis dibahas dalam forum tersebut, di antaranya:
Sekretaris Daerah Kabupaten Purbalingga, Herni Sulasti, dalam kesempatan yang sama memperkenalkan fungsi-fungsi pemerintahan kepada para pelajar, meliputi fungsi pelayanan, pembangunan, pemberdayaan, dan pengaturan.
Ia juga menyampaikan langkah konkret yang dapat dilakukan pemuda dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, seperti aktif dalam organisasi kepemudaan, mengasah kemampuan berpikir kritis dan negosiasi, mengembangkan soft skills, serta memperluas jejaring.
“Berkontribusi nyata. Berikan dampak positif melalui proyek-proyek sosial dan inisiatif berbasis komunitas,” lanjutnya.
Selain itu, pemuda juga diharapkan aktif mengawal kebijakan pemerintah serta menyebarkan informasi yang benar kepada masyarakat dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.