
SERAYUNEWS – Kenapa es gabus mirip spons? Es gabus merupakan salah satu jajanan tradisional yang telah dikenal masyarakat Indonesia sejak lama.
Makanan dingin ini memiliki rasa manis, segar, serta tekstur unik yang lembut dan berpori menyerupai spons. Keunikan tersebut membuat es gabus tetap diminati lintas generasi dan bahkan kembali populer di berbagai platform media sosial.
Namun, di balik kepopulerannya, sempat muncul anggapan keliru yang menyebut tekstur es gabus terbentuk karena penggunaan bahan berbahaya. Secara ilmiah, tekstur khas es gabus justru berasal dari bahan alami dan teknik pengolahan tertentu.
Es Gabus Terbuat dari Bahan Apa?
Es gabus tidak dibuat dari bahan seperti spons atau busa sebagaimana namanya. Bahan utama dalam pembuatan es gabus adalah tepung hunkue, yaitu pati yang berasal dari kacang hijau.
Tepung ini dipilih karena memiliki kemampuan membentuk struktur gel yang kuat saat dimasak.
Selain tepung hunkue, bahan lain yang biasanya digunakan dalam pembuatan es gabus adalah santan, gula, serta tambahan perasa atau pewarna makanan alami.
Kombinasi bahan tersebut tidak hanya menghasilkan rasa manis dan gurih, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter tekstur es gabus yang berbeda dari jenis es lainnya.
Kandungan pati pada tepung hunkue memiliki peran penting karena mampu menyerap air dan membentuk struktur elastis. Inilah yang menjadi dasar terbentuknya tekstur empuk pada es gabus.
Kenapa Es Gabus Seperti Spons?
Tahapan pembuatan es gabus dimulai dari proses pemanasan adonan. Saat campuran tepung hunkue, air, santan, dan gula dimasak, terjadi proses ilmiah yang disebut gelatinisasi.
Pada tahap ini, molekul pati menyerap air, mengembang, lalu berubah menjadi gel yang kental.
Proses gelatinisasi sangat menentukan keberhasilan pembuatan es gabus. Jika pemanasan dilakukan dengan tepat, struktur gel yang terbentuk akan kuat dan stabil.
Sebaliknya, pemanasan yang kurang optimal dapat menyebabkan tekstur es gabus menjadi terlalu lembek atau tidak terbentuk sempurna.
Setelah adonan mengental dan matang, campuran tersebut didinginkan sebelum dimasukkan ke dalam freezer untuk tahap pembekuan.
Tekstur spons pada es gabus terbentuk ketika adonan gel mengalami proses pembekuan. Saat suhu menurun, terjadi proses yang disebut retrogradasi pati, yaitu perubahan struktur jaringan pati yang membuatnya menjadi lebih padat namun tetap elastis.
Pada saat yang sama, air yang terperangkap di dalam gel mulai membentuk kristal es. Kristal tersebut tersebar di dalam jaringan pati.
Ketika es gabus dikonsumsi dan kristal es mencair, akan terbentuk rongga kecil yang menghasilkan tekstur berpori khas seperti spons.
Proses inilah yang membedakan es gabus dari es batu. Es batu hanya dibuat dari air yang membeku sehingga menghasilkan kristal yang rapat dan padat. Tanpa adanya pati atau zat pembentuk struktur, es batu memiliki tekstur keras dan tidak berpori.
Selain bahan, teknik pembuatan juga sangat memengaruhi kualitas es gabus. Proses memasak adonan harus dilakukan hingga benar-benar matang agar pati dapat mengembang secara maksimal.
Ketelitian dalam mengaduk adonan juga berperan untuk memastikan semua bahan tercampur merata.
Tahap pembekuan juga tidak kalah penting. Pendinginan yang merata memungkinkan kristal es terbentuk secara seimbang di dalam jaringan pati.
Jika pembekuan dilakukan secara tidak tepat, tekstur es gabus dapat menjadi terlalu keras atau justru mudah hancur.
Kombinasi antara bahan berkualitas dan teknik pengolahan yang benar menjadi kunci utama terbentuknya tekstur khas es gabus.
Perbedaan Es Gabus dengan Jenis Makanan Dingin Lain
Meski sama-sama disajikan dalam kondisi dingin, es gabus memiliki karakter yang berbeda dibandingkan es krim maupun es serut. Es gabus berbasis pati sehingga teksturnya lebih kenyal, ringan, dan mudah ditekan.
Sementara itu, es krim dibuat dari campuran susu dan bahan tambahan lain yang dibekukan sambil diaduk.
Proses tersebut menghasilkan tekstur lembut dan creamy karena kristal es yang terbentuk berukuran sangat kecil.
Di sisi lain, es serut merupakan es batu yang dihancurkan menjadi serpihan kecil. Walaupun bentuknya lebih halus, es serut tetap memiliki karakter keras seperti es batu karena berbahan dasar air tanpa tambahan pati.
Dengan mengetahui proses ilmiah di balik pembuatannya, masyarakat diharapkan dapat lebih percaya dan menikmati es gabus sebagai salah satu warisan kuliner yang tetap relevan hingga saat ini.
Demikian penjelasan ilmiah alasan kenapa es gabus seperti spons.***









