
SERAYUNEWS — Seluruh kepala dan personel Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Purbalingga menjalani Rapid Tes Narkotika secara massal, Senin (5/1/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala BNN Purbalingga, Nasrudin, sebagai bentuk peneguhan komitmen kelembagaan dalam perang melawan narkoba.
Kepala BNN Purbalingga Nasrudin menjelaskan, Rapid Tes Narkotika dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan peran BNN sebagai focal point Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).
“Hari ini ada dua kegiatan utama. Yaitu penandatanganan Pakta Integritas dan deteksi dini penyalahgunaan narkoba melalui rapid test narcotics,” terangnya.
Ia menegaskan, penandatanganan Pakta Integritas diikuti seluruh personel BNN Kabupaten Purbalingga sebagai wujud komitmen akuntabilitas dan integritas dalam mencegah praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
“Dokumen ini bukan sekadar tanda tangan; ia merepresentasikan ikrar institusional yang krusial di tengah maraknya kasus korupsi di lembaga penegak hukum Indonesia,” ujarnya.
Selain penandatanganan Pakta Integritas, BNN Purbalingga juga melakukan pemeriksaan sampel urine secara massal menggunakan rapid test narcotics dengan tujuh parameter, yakni MORP (morfin), COC (kokain), METH (metamfetamin), AMP (amfetamin), THC (ganja), CAR (Carisoprodol), dan BZO (benzodiazepin).
Peserta tes meliputi Kepala BNN Purbalingga, seluruh personel, serta enam mahasiswa magang. Hasil pemeriksaan menyatakan seluruh peserta negatif narkotika.
“Hasil ini tak hanya membersihkan nama baik institusi, tapi juga menjadi pernyataan tegas bahwa personel BNN Purbalingga bebas dari zat adiktif,” lanjut Nasrudin.
Nasrudin mengibaratkan komitmen tersebut seperti sebuah sapu.
“Ibarat sapu, maka sebelum membersihkan lantai yang kotor, sapu itu haruslah bersih. Karena hanya sapu yang kotorlah yang akan memperparah kekotoran suatu lantai,” tegasnya.
Menurutnya, sebagai lembaga negara yang fokus menangani narkoba, seluruh personel BNN harus bersih dari narkoba sebelum menggencarkan War On Drugs For Humanity di Kabupaten Purbalingga dan wilayah zonasi Kabupaten Banjarnegara.
Ia menambahkan, langkah ini sejalan dengan prinsip integrity testing dalam manajemen risiko narkoba.
Deteksi dini melalui tes urine multi-parameter dinilai mampu meningkatkan kredibilitas aparat penegak hukum.
Hal ini juga diperkuat oleh studi Journal of Forensic Sciences (2023) yang menunjukkan adanya penurunan hingga 25 persen kasus penyalahgunaan internal setelah penerapan tes narkotika rutin.