
Purbalingga, serayunews.com
Banjir bandang terjadi di Dusun Gunung Malang, Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Senin (13/2/2023) lalu. Banjir tersebut termasuk bencana terparah yang pernah terjadi di kawasan tersebut. Luapan air sampai mengalir di jalanan, hingga masuk ke rumah-rumah warga.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Purbalingga, ada 9 rumah warga yang rusak. Selain itu juga 9 bidang lahan pertanian rusak dan 1 jembatan rusak terdampak seretan arus.
“Total kerugian mencapai sekitar Rp118 juta,” kata Ketua BPBD Purbalingga, Priyo Satmoko, Kamis siang.
Baca juga: [insert page=’sempat-lumpuh-tertimpa-material-longsoran-jalur-karangreja-purbalingga-sudah-bisa-dilalui-kendaraan’ display=’link’ inline]
Bencana banjir bandang yang menerjang Gunung Malang ini karena luapan Sungai Kalisoso yang tersumbat setelah hujan deras mengguyur. Luapan tersebut, akhirnya menyeret sejumlah barang berharga dan merusak lahan pertanian.
Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, mengunjungi lokasi bencana dan menyerahkan tali asih kepada korban yang terdampak.
“Mudah-mudahan bantuan ini bisa memberikan manfaat, bisa meringankan beban keluarga yang terdampak bencana dan menjadi berkah barokah,” kata Tiwi.
Tali asih berupa sembako, bersumber dari Pemkab Purbalingga melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinsosdalduk KBPPPA. Selain itu, juga dari Baznas Purbalingga dan PMI Purbalingga.
Tiwi mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Purbalingga, untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan. Mengingat cuaca saat ini, anomali dan tidak bisa diprediksi.
“Terima kasih kepada pihak-pihak terkait, dari Tagana, BPBD, TNI-Polri bersama-sama masyarakat. Sehingga material sumbatan penyebab banjir sudah bersih, akses jalan juga sudah bisa dilewati,” katanya.