
SERAYUNEWS– DPRD Jateng mendorong Pemprov memprioritaskan anggaran untuk antisipasi dan penanggulangan bencana di tahun 2027. Hal tersebut didasari banyaknya bencana yang terjadi di Jateng, awal tahun ini. Dengan antisipasi, DPRD berharap dampak bencana bisa diminimalisasi sehingga tak merugikan masyarakat.
Hal tersebut dikatakan Ketua DPRD Jateng Sumanto dalam sambutannya pada Pembukaan Masa Musyawarah Perencanaan Pembangunan Provinsi (Musrenbang) dan Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Jawa Tengah Tahun 2027. Acara itu berlangsung di gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Jumat, 6 Februari 2026.
Sumanto mengungkapkan, Musrenbang merupakan forum yang sangat menentukan ke depan, khususnya pada tahun 2027. Sebab, rancangan pembangunan tahun depan dimulai dari sekarang. Sumanto mengatakan, dengan banyaknya kejadian bencana seperti banjir dan tanah longsor saat ini, Pemprov dan Pemkab/Pemkot perlu mempersiapkan apa yang akan terjadi ke depan.
“Ini menjadi catatan kita untuk memprioritaskan di tahun 2027, rancangan yang harus kita pertebal anggarannya. Misalkan di Tegal yang sekarang posisinya banyak bencana, di situ ada hal yang krusial yang harus kita atasi,” kata Sumanto.
Politisi PDI Perjuangan tersebut mencontohkan upaya antisipasi yang perlu dilakukan salah satunya dengan reboisasi. Upaya tersebut juga perlu menjadi perhatian pemerintah daerah yang wilayahnya banyak terdiri gunung dan lembah.
“Misalnya terkait reboisasi dan sebagainya, daerah lain harus persiapkan itu, terutama yang punya gunung, dan lembah. Persiapkan supaya tidak terjadi hal-hal yang tak kita inginkan. Lebih baik mencegah daripada terjadi. Itu rancangan yang harus kita lakukan,” ujar Sumanto.

Pemprov Jateng mencatat setidaknya terjadi 45 kejadian bencana di wilayahnya pada 1-25 Januari 2025. Masyarakat diimbau tetap waspada, mengingat potensi hujan menurut perkiraan masih terjadi hingga 9 Februari 2026. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, jenis bencana tersebut meliputi banjir, tanah longsor, kebakaran, dan cuaca ekstrem. Kejadian tersebut tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Jateng.
Berbagai bencana tersebut berdampak pada 7 orang korban meninggal dunia, 5 luka-luka, 9.729 orang mengungsi, dan 308.108 orang terdampak. Selain itu juga berdampak pada kerusakan rumah tinggal, fasilitas umum, hingga lahan pertanian dan lahan perikanan.
Sekda Jateng Sumarno mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menangani bencana yang ada di wilayahnya. Langkah cepat yang Pemprov ambil mulai dari rekayasa cuaca, hingga memastikan penyaluran logistik ke warga yang terdampak.
“Kami memastikan semua warga terdampak mendapatkan bantuan, dan tim di lapangan bisa bekerja tanpa kendala teknis,” kata Sumarno, seusai Rapat Paripurna DPRD Jateng, di Gedung Berlian, Senin, 2 Februari 2026.
Selain itu, Pemprov melakukan pemulihan akses jalur-jalur logistik yang terdampak. Keberhasilan pemulihan akses sangat krusial, agar bantuan pangan dan medis bisa mencapai titik pengungsian. Meski fokus saat ini adalah penyelamatan dan bantuan darurat, Sumarno menyatakan, rencana rehabilitasi sudah disiapkan, sambil menunggu cuaca benar-benar stabil.