
PURBALINGGA, SERAYUNEWS – Senyum bahagia memancar dari wajah Aimar Nashif Din Faizi, saat menghadiri acara pelepasan Kontingen Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 Kwarcab Kabupaten Purbalingga di Pendopo Dipokusumo, Senin (10/8/2026).
Siswa dengan berkebutuhan khusus ini menyatakan kesiapan penuh untuk memperkuat barisan kontingen Jawa Tengah dalam ajang perkemahan akbar tingkat nasional yang bertempat di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta.
Melalui komunikasi bahasa isyarat yang diterjemahkan oleh pendampingnya, Pandu Jatmiko, Aimar menumpahkan rasa gembiranya karena dapat menjadi bagian dari gelaran kepramukaan bergengsi tersebut.
“Saya sangat bergembira ikut Jamnas ini. Kemarin sudah berlatih. Sekarang saya siap ikut jamnas”, ungkapnya
Langkah Aimar menuju Jamnas XII 2026 menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan fisik bukan merupakan penghalang untuk mengukir prestasi di level nasional.
Pandu, yang sehari-hari mengajar Aimar di SLB Negeri Purbalingga, mengungkapkan bahwa siswa kelas 10 Tunarungu Wicara ini menyimpan sederet bakat yang luar biasa.
Selain tekun dan cepat menyerap materi pelajaran di kelas, Aimar terampil dalam menguasai keahlian vokasi membatik serta seni tari daerah.
Tidak berhenti di situ, rekam jejaknya di bidang olahraga luar sekolah pun sangat membanggakan.
“Aimar juga aktif mengukir prestasi bidang olahraga luar sekolah sebagai atlet renang dan atlet sepak bola,” katanya.
Doa dan harapan besar terus mengalir dari sang ayah, Sutoto. Ia berharap buah hatinya dapat menjalani seluruh agenda kegiatan perkemahan tanpa hambatan.
Lebih dari itu, Sutoto menginginkan momentum ini dapat menggembleng rasa percaya diri Aimar saat bersosialisasi dengan sesama peserta dari berbagai pelosok tanah air.
“Kami sekeluarga berterima kasih sekali atas partisipasi anak saya yang terpilih mengikuti Jambore Nasional,” tutur Sutoto.
Ia menambahkan, harapan dari keluarga, insya Allah semoga bisa mengikuti semua kegiatan di Jambore Nasional nanti dan bisa membawa nama baik Purbalingga dan Kontingen Jawa Tengah.
Sutoto juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Purbalingga atas perhatian dan kepedulian terhadap masa depan pendidikan putranya.
“Untuk Mas Bupati, kami sekeluarga dan Aimar juga matur nuwun sangat atas beasiswa dari Bapak Bupati. Alhamdulillah matur nuwun sanget,” ucapnya.
Di balik kesiapannya hari ini, Sutoto menceritakan bahwa Aimar sempat merasa ragu di awal pemusatan latihan akibat kendala dalam berkomunikasi.
Kendati demikian, keraguan tersebut perlahan sirna berkat kehangatan dan rasa persaudaraan yang ditunjukkan oleh rekan-rekan sesama anggota Pramuka.
Teman-teman kontingen secara konsisten memberikan semangat kepada Aimar, baik melalui pesan singkat maupun panggilan video, tanpa membedakan kondisi fisiknya.
Demi menempa kemandirian dan keberanian sang anak, Sutoto mengurungkan niat untuk menyambangi lokasi perkemahan di Cibubur secara langsung.
Berbekal pendampingan ketat dari pembina SLB, pihak keluarga merasa tenang dan memilih untuk memantau aktivitas Aimar dari jauh.
“Mungkin tiap hari saya pantau lewat telepon atau video call. Tanya tentang kesehatan, tentang keadaan kegiatan sehari-harinya,” pungkas Sutoto.