
SERAYUNEWS-Kolaborasi gitaris Eet Sjahranie dan grup musik cadas Lawang Pintu benar-benar membuat suasana Kantor Kopi Purbalinga pecah. Hujan deras yang tiba-tiba turun mengguyur pada Jumat (22/5/2026) malam seperti tak dirasakan.
Awalnya menjelang Eet bersama personel Lawang Pitu bersiap tampil, langit nampak cerah. Ratusan penonton sudah datang selepas senja. Penampilan diawali sejumlah grup musik rock lokal yang naik panggung untuk mulai menghangatkan suasana.
Penampilan Amputasi (Pekalongan), Savior (Wonosobo), Azalea (Purbalingga) dan The Guru (Purbalingga) mengundang penonton untuk berdatangan. Eet yang merupakan gitaris grup Edane malam itu tampil prima. Kocokan gitarnya mampu memukau penonton.
Lengkingan gitar murid Edy Van Hallen ini melengking indah saat memainkan melodi di lagu Kehidupan milik grup musik God Blles . Ditimpali vokal mantap Trison Manurung, menjadi kolaborasi mantap, nyaman dinikmati bersama kepulan asap rokok dan kopi panas.
Trison yang juga pernah bersama grup musik The Roxx dan Edane juga memainkan lagu yang pernah dipopulerkan the Roxx, yaitu Rock Bergema
Jika engkau banyak problema yang menghantui dirimu
Jangan lah engkau bermuram durja
Bila kau tak kuasa melepasnya
Jika engkau dilanda asmara
Yang membuat engkau gelisah
Datang lah datang pada kami
Tuk mendengarkan rock and roll
Lirik lagu tersebut dinyanyikan bersama penonton, seakan mengalahkan suara hujan yang semakin deras. Trison dan Eet di penghujung penampilan juga membawakan lagu “Kau Pikir Kaulah Segalanya” yang pernah dipopulerkan Edane.
Ku akui kau memang manis tapi kau iblisKau pikir kaulah segalanya
Tuk di maklumi dan juga tuk di takutiWalau mempesona membutakan mataTapi bisa kubalas kau lebih gila
Lagu itu juga ikut dilahap melalui koor penonton. Pentas usai bersamaan dengan redaanya hujan. Penonton yang serasa begitu dekat menyaksikan aksi panggung musisi pujaannya itu langsung berebut berfoto dengan Eet dan juga personel Lawang Pitu.
Owner Kantor Kopi Purbalingga Teguh Wibowo yang akrab disapa TW mengatakan acara yang diinisiasi Purbalingga Rock Community tersebut membuat panggung musik rock yang digelar Kantor Kopi setiap Jumat malam menjadi semarak dan meriah.
“Lawang Pitu hadir dengan tema Lahir Untuk Menjadi Pemenang. Merupakan sebuah kehormatan bagi Kantor Kopi bisa menjadi salah satu titik promo albumnya,” ungkapnya usai pertunjukan.