
SERAYUNEWS — Komisi E DPRD Jawa Tengah mendorong penguatan sektor pertanian di Banjarnegara sebagai langkah strategis menjaga ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi daerah. Dorongan ini mengemuka dalam kunjungan kerja legislatif ke wilayah tersebut.
Kunjungan kerja dilakukan untuk memastikan implementasi program pemerintah provinsi berjalan optimal di daerah, khususnya sektor pertanian sebagai penopang utama ketahanan pangan.
Sekretaris Komisi E DPRD Jateng, Zainuddin, menegaskan pentingnya pengawasan terhadap program dan alokasi anggaran.
“Kunjungan ini kami lakukan untuk memantau perkembangan program strategis di Banjarnegara, sekaligus memastikan tanggung jawab pemerintah provinsi berjalan dengan baik,” ujarnya.
Menurut Zainuddin, sektor pertanian menjadi perhatian utama karena Banjarnegara merupakan salah satu daerah basis produksi pangan di Jawa Tengah.
“Pertanian harus menjadi prioritas. Jika dikelola dengan baik, sektor ini tidak hanya menjaga ketersediaan pangan, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi daerah,” katanya.
Ia menilai, penguatan sistem pertanian akan berdampak langsung pada stabilitas ekonomi sekaligus membantu menekan angka kemiskinan.
Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali, menyambut positif kunjungan tersebut. Ia menilai kehadiran DPRD provinsi menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi lintas pemerintahan.
“Dukungan dari pemerintah provinsi, baik dalam bentuk kebijakan maupun anggaran, sangat kami harapkan untuk mempercepat pembangunan di daerah,” ujarnya.
Wakhid menekankan bahwa kebijakan pembangunan tidak bisa disamaratakan, melainkan harus disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan spesifik masing-masing wilayah.
Ia berharap sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi semakin solid, terutama dalam menangani isu strategis seperti ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan.
“Semoga pertemuan ini membawa manfaat nyata bagi masyarakat Banjarnegara dan menjadi langkah awal untuk solusi yang lebih konkret ke depan,” katanya.
Kunjungan ini menegaskan bahwa sektor pertanian tidak hanya berperan sebagai penyedia pangan, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi lokal.
Dengan dukungan kebijakan dan anggaran yang tepat, Banjarnegara diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai daerah penyangga pangan di Jawa Tengah.