
SERAYUNEWS – Kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 10 halaman 173 Kurikulum Merdeka banyak dicari siswa karena membahas analisis puisi “Ibu” karya D. Zawawi Imron.
Materi ini menjadi bagian penting dalam pembelajaran sastra karena melatih kemampuan siswa memahami makna puisi melalui unsur kebahasaan yang digunakan penyair.
Dalam pembahasan tersebut, siswa diminta menelaah beberapa unsur pembangun puisi seperti majas, pengimajian atau citraan, kata konkret, hingga kata konotatif.
Melalui latihan ini, siswa diharapkan mampu memahami pesan yang ingin disampaikan penyair secara lebih mendalam.
Puisi “Ibu” sendiri dikenal sebagai salah satu karya sastra yang sarat makna tentang kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. Penggunaan bahasa yang puitis membuat puisi ini terasa emosional dan menyentuh pembaca.
Selain membantu menyelesaikan tugas sekolah, memahami pembahasan puisi juga dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menganalisis karya sastra menggunakan sudut pandang bahasa dan makna.
Majas merupakan gaya bahasa yang digunakan penulis untuk menyampaikan pesan secara lebih indah dan imajinatif.
Dalam puisi, penggunaan majas sangat penting karena dapat memperkuat suasana, emosi, serta makna yang ingin disampaikan kepada pembaca.
Secara umum, majas dibagi menjadi beberapa jenis, seperti metafora, personifikasi, simile, hiperbola, dan lain sebagainya. Setiap jenis majas memiliki ciri khas tersendiri dalam menggambarkan sesuatu.
Metafora misalnya, digunakan untuk membandingkan dua hal secara langsung tanpa kata penghubung. Sementara personifikasi memberikan sifat manusia kepada benda mati atau alam.
Dalam puisi “Ibu”, D. Zawawi Imron menggunakan banyak gaya bahasa untuk menggambarkan kasih sayang seorang ibu yang begitu besar. Pemilihan kata-kata puitis tersebut membuat puisi terasa lebih hidup dan emosional.
Selain majas, puisi juga memanfaatkan citraan atau pengimajian. Citraan berfungsi membangun imajinasi pembaca melalui penglihatan, pendengaran, penciuman, hingga perasaan sehingga pembaca dapat ikut merasakan suasana dalam puisi.
Pada halaman 173, siswa diminta menelaah unsur-unsur dalam puisi “Ibu” karya D. Zawawi Imron. Berikut pembahasan yang dapat dijadikan referensi belajar
1. Majas (Gaya Bahasa)
2. Pengimajian (Citraan)
3. Kata Konkret
4. Kata Konotatif
Puisi “Ibu” karya D. Zawawi Imron tidak hanya menjadi materi pelajaran biasa, tetapi juga menyimpan pesan moral yang kuat.
Puisi ini mengajarkan tentang ketulusan, pengorbanan, serta kasih sayang seorang ibu kepada anaknya.
Melalui bahasa yang sederhana namun penuh makna, penyair berhasil menggambarkan sosok ibu sebagai tempat pulang, sumber kekuatan, dan pahlawan sejati dalam kehidupan anak.
Karena itu, memahami analisis puisi ini tidak hanya membantu siswa menjawab soal di buku pelajaran, tetapi juga melatih kepekaan dalam memahami karya sastra Indonesia.
Kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 10 halaman 173 dapat dijadikan referensi belajar tambahan. Namun siswa tetap dianjurkan memahami isi puisi secara mandiri agar kemampuan analisis sastra semakin berkembang.***