
SERAYUNEWS – Memasuki awal tahun 2026, harapan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mendapatkan suntikan modal kembali terbuka lebar.
Pemerintah secara resmi melanjutkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan skema yang lebih menarik.
Sebagai program primadona sejak 2007, KUR BRI 2026 hadir dengan subsidi bunga yang signifikan, menjadikannya solusi finansial paling kompetitif bagi pengusaha yang ingin memperkuat struktur modal dan daya saing bisnis mereka di tahun ini.
Tahun 2026 membawa perubahan besar dalam regulasi penyaluran kredit. Berdasarkan informasi terbaru, alokasi dana KUR BRI melonjak drastis menjadi Rp320 triliun.
Menariknya, pemerintah kini menghapus batasan frekuensi pengajuan pinjaman, sehingga debitur lama yang memiliki rekam jejak baik bisa kembali mengajukan modal.
Suku bunga ditetapkan sangat bersahabat, yakni 6% efektif per tahun (flat), yang mulai diberlakukan per 1 Januari 2026.
Meskipun pengumuman administratif dari masing-masing kantor cabang mungkin bervariasi, berdasarkan pola tahun-tahun sebelumnya, pendaftaran KUR BRI biasanya sudah mulai diproses pada minggu pertama atau kedua bulan Januari.
Mengingat kebijakan subsidi bunga sudah diteken per awal tahun, para calon debitur disarankan untuk segera menyiapkan berkas agar tidak mengantre terlalu lama.
Untuk menjaga transparansi dan kualitas kredit, BRI menetapkan beberapa kriteria bagi calon peminjam:
BRI menawarkan fleksibilitas tenor hingga 60 bulan (5 tahun). Berikut adalah gambaran cicilan bulanan yang bisa Anda sesuaikan dengan arus kas usaha:
Pinjaman Rp10 Juta
Pinjaman Rp50 Juta:
Pinjaman Rp100 Juta:
Anda bisa memilih metode pengajuan yang paling nyaman bagi Anda:
Program KUR BRI 2026 adalah momentum emas bagi UMKM untuk naik kelas. Dengan bunga rendah 6% dan syarat yang semakin dipermudah, pastikan Anda menggunakan pinjaman ini secara bijak untuk kegiatan produktif yang meningkatkan omzet usaha.***