
LOMBOK, SERAYUNEWS – Nama Lalu Ahmad Zaini mendadak menjadi perhatian publik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Lombok Barat tersebut pada Senin (20/7/2026).
Operasi itu langsung menjadi sorotan nasional karena melibatkan kepala daerah yang baru menjabat sekitar satu tahun setelah dilantik hasil Pilkada Serentak 2024.
Seiring mencuatnya kabar tersebut, banyak masyarakat mulai mencari informasi mengenai sosok Lalu Ahmad Zaini.
Salah satu pertanyaan yang paling sering muncul adalah Lalu Ahmad Zaini partai apa?
Lalu Ahmad Zaini merupakan kader Partai Amanat Nasional (PAN) yang mulai aktif di dunia politik menjelang Pilkada 2024.
Meski tergolong pendatang baru dalam kontestasi politik elektoral, namanya sudah lebih dulu dikenal di Nusa Tenggara Barat melalui kiprahnya sebagai profesional di bidang pengelolaan air minum daerah.
Kepercayaan PAN terhadap Ahmad Zaini tidak hanya diwujudkan melalui pencalonannya sebagai Bupati Lombok Barat, tetapi juga dengan penunjukannya sebagai Ketua DPW PAN NTB untuk masa bakti 2025–2030.
Posisi tersebut menunjukkan bahwa Ahmad Zaini menjadi salah satu figur penting PAN di wilayah Nusa Tenggara Barat.
KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Lalu Ahmad Zaini pada Senin (20/7/2026).
Kabar penangkapan itu dikonfirmasi langsung oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto.
“Benar,” kata Fitroh tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Hingga kini, KPK belum mengungkap secara resmi perkara dugaan korupsi yang menjadi dasar operasi tersebut.
Lembaga antirasuah juga masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap seluruh pihak yang diamankan.
Sebelum konfirmasi resmi disampaikan, publik lebih dulu mengetahui adanya aktivitas KPK melalui penyegelan sejumlah ruangan di kompleks Pemerintah Kabupaten Lombok Barat di Gerung.
Ruang kerja Bupati Lombok Barat dipasangi segel berlogo KPK. Tidak hanya itu, ruang Dinas Pekerjaan Umum yang berada di sekitar kantor bupati juga ikut disegel sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Sekretaris Daerah Lombok Barat, Akhmad Saikhu, mengaku baru mengetahui penyegelan tersebut saat mulai bekerja pada Senin pagi.
Ia sempat mencoba menghubungi Ahmad Zaini melalui ajudannya, tetapi nomor telepon bupati tidak lagi dapat dihubungi.
Sampai artikel ini ditulis, KPK belum mengumumkan secara resmi siapa saja pihak yang turut diamankan bersama Ahmad Zaini.
Lembaga antirasuah juga belum membuka informasi mengenai lokasi penangkapan, barang bukti yang diamankan, maupun dugaan aliran dana yang sedang diselidiki.
Sesuai ketentuan hukum acara di KPK, seluruh pihak yang diamankan masih berstatus sebagai pihak yang diperiksa.
Penyidik memiliki waktu maksimal 1 x 24 jam sejak penangkapan untuk menentukan apakah status mereka akan dinaikkan menjadi tersangka atau dipulangkan apabila tidak ditemukan alat bukti yang cukup.
Dengan demikian, publik masih perlu menunggu konferensi pers resmi dari KPK mengenai konstruksi perkara, pasal yang disangkakan, serta identitas lengkap para pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.
Lalu Ahmad Zaini lahir di Praya, Nusa Tenggara Barat, pada 27 Juni 1970. Ia menempuh pendidikan tinggi di Universitas Islam Al-Azhar Mataram dan berhasil meraih gelar Sarjana Sains (S.Si.).
Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan ke Universitas Gadjah Mada (UGM) hingga memperoleh gelar Magister Teknik (M.T.).
Sebelum terjun ke dunia politik, Ahmad Zaini dikenal sebagai seorang profesional yang berkarier di sektor perusahaan daerah penyedia air minum.
Kariernya dimulai sebagai Direktur PDAM Lombok Barat pada periode 2017–2018.
Selanjutnya, ia dipercaya menjadi Direktur PDAM Giri Menang Lombok Barat pada 2019–2021.
Kariernya terus menanjak ketika ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Air Minum Giri Menang (Perseroda) pada 2022–2024.
Selama memimpin PT Air Minum Giri Menang, Ahmad Zaini dikenal melakukan sejumlah pembenahan dalam tata kelola perusahaan.
Berbagai inovasi yang diterapkan membuat perusahaan daerah tersebut memperoleh sejumlah penghargaan dari pemerintah maupun lembaga nasional.
Keberhasilan itu turut mengangkat namanya di tingkat nasional. Ia kemudian dipercaya menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI) periode 2021–2025.
Organisasi tersebut yang menaungi perusahaan air minum daerah di berbagai wilayah Indonesia.
Pengalaman panjang di sektor pelayanan publik inilah yang kemudian menjadi modal ketika memutuskan maju dalam Pilkada Lombok Barat 2024.
Pada Pemilihan Bupati Lombok Barat 2024, Ahmad Zaini berpasangan dengan Nurul Adha dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Pasangan yang mengusung akronim LAZAdha tersebut berhasil memenangkan persaingan yang diikuti empat pasangan calon.
Mereka memperoleh 107.340 suara atau 28,05 persen dari total suara sah.
Perolehan itu mengungguli pasangan petahana Sumiatun-Ibnu Salim yang meraih 98.281 suara (26,68 persen).
Sementara pasangan Bauvar F. Farinduan-Khairatun memperoleh 92.658 suara (24,21 persen) dan pasangan Nurhidayah-Imam Kafali mendapatkan 84.453 suara (22,07 persen).
Setelah ditetapkan sebagai pemenang Pilkada, Ahmad Zaini bersama Nurul Adha resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat periode 2025–2030 oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 di Istana Negara.
Operasi tangkap tangan terhadap Ahmad Zaini menjadi OTT ke-17 yang dilakukan KPK sepanjang tahun 2026.
Ia juga menjadi kepala daerah berikutnya yang diamankan setelah Bupati Langkat Syah Afandin dan Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang sebelumnya terjerat operasi serupa pada Juli 2026.
Meski demikian, penting dipahami bahwa hingga saat ini KPK belum mengumumkan status tersangka terhadap Lalu Ahmad Zaini.
Seluruh pihak yang diamankan masih menjalani pemeriksaan awal, sementara penyidik menyusun konstruksi perkara berdasarkan alat bukti yang diperoleh.
Publik kini menantikan keterangan resmi KPK yang akan menjelaskan dugaan tindak pidana, pihak-pihak yang terlibat, serta perkembangan terbaru dari kasus yang menyeret Bupati Lombok Barat tersebut.***