
INGLEWOOD, SERAYUNEWS-Lamina Yamal adalah salah satu pemain yang digadang akan jadi bintang di Piala Dunia 2026. Pemain sayap Spanyol itu memiliki kemampuan skill individu yang bagus. Terlebih, dia masih muda yakni 18 tahun.
Jelang Piala Dunia dia memang tidak terlalu bugar. Maka di laga perdana melawan Cape Verde, Yamal masuk jadi pemain pengganti. Di laga kedua dia membuat satu gol saat Spanyol menang 4-0 atas Arab Saudi.
Di pertandingan melawan Uruguay dia tidak mencetak gol. Di laga babak 32 besar melawan Austria, Yamal juga tidak mencetak gol. Perfoma Yamal di laga melawan Austria pun cenderung individualis dalam beberapa momen.
Bahkan jika dilihat, di babak kedua, aliran serangan Spanyol tidak lagi diarahkan ke sayap kanan yang diisi Yamal. Serangan lebih sering diarahkan melalui sayap kiri yang diisi Baena dibantu Cucurella. Terbukti tiga gol Spanyol yang membuat mereka menang 3-0 atas Austria, terjadi dari sayap kiri.
Selama empat pertandingan, Yamal pun belum pernah menjadi pemain terbaik. Ini berbeda dengan beberapa pemain bintang yang lain. Vinicius bahkan sudah 3 kali jadi pemain terbaik. Mbapppe dua kali menjadi pemain terbaik. Ousmane Dembele, Lionel Messi, dan Cristiano Ronaldo juga sudah dua kali menajdi pemain terbaik.
Tentu publik Spanyol ingin Yamal bisa membuktikan kelasnya di Piala Dunia 2026 ini. Masih ada laga 16 besar melawan Portugal. Laga itu adalah kesempatan bagi Yamal untuk memperlihatkan kelasnya. Bukan hanya soal skill individu, tapi juga bagaimana Yamal memiliki kemanfaatan bagi Spanyol.