
BANJARNEGARA, SERAYUNEWS — Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Purwanegara, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, berlangsung meriah. Warga menghadirkan lomba yang tak biasa, yakni tarik mobil sejauh 20 meter.
Lomba yang digelar di lapangan desa setempat, Rabu (19/8/2026), sontak menjadi perhatian warga. Bukan hanya mengandalkan tenaga, peserta juga dituntut kompak agar kendaraan yang ditarik bisa melaju hingga garis finis.
Peserta dibagi dalam sejumlah tim yang mewakili RT masing-masing. Setiap tim beranggotakan lima orang. Untuk kategori laki-laki, peserta ditantang menarik mobil dump truk sejauh sekitar 20 meter.
Sementara itu, peserta perempuan tak mau ketinggalan. Mereka mengikuti lomba dengan menarik mobil jenis pick up pada jarak yang sama. Sorak-sorai warga pun pecah di sekitar lapangan setiap kali sebuah tim mulai menarik kendaraan. Dukungan dari masing-masing RT membuat suasana perlombaan semakin semarak.
Kepala Desa Purwanegara, Renda Sabita Noris, mengatakan lomba tarik mobil tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Menurutnya, kegiatan tersebut sudah memasuki pelaksanaan yang ketiga di Desa Purwanegara.
“Ini kegiatan yang tidak hanya memeriahkan hari kemerdekaan, tetapi juga menjadi ajang membangun kekompakan warga,” katanya.
Ia menjelaskan, lomba sengaja dibuat untuk melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Selain kategori laki-laki dengan kendaraan dump truk, kaum perempuan juga mendapatkan kesempatan berpartisipasi melalui lomba tarik mobil pick up.
Secara keseluruhan, terdapat sekitar 32 tim yang mengikuti perlombaan. Seluruh tim merupakan perwakilan RT dan masing-masing terdiri dari lima peserta.
Menurut Renda, lomba tarik mobil menjadi salah satu kegiatan yang paling dinantikan warga setiap momentum perayaan kemerdekaan. Selain lomba tersebut, sejumlah kegiatan lain juga telah disiapkan untuk memeriahkan HUT RI ke-81.
Di antaranya lomba sepak bola wanita serta “Jalan Gayeng Horror” yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Agustus mendatang.
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi hiburan bagi masyarakat. Lebih dari itu, momentum kemerdekaan dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antarwarga sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap desa.
“Kami ingin mengajak masyarakat desa untuk bergembira bersama, menanamkan semangat kebersamaan, kekompakan, menjaga sportivitas, dan tetap bangga dengan desanya serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” ujarnya.
Semangat warga Purwanegara menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan tidak selalu harus berlangsung dengan kegiatan yang mewah. Kreativitas, kebersamaan, dan antusiasme warga justru mampu membuat suasana HUT RI terasa semakin hidup di tingkat desa.