
SERAYUNEWS – Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Cilacap kembali menegaskan perannya dalam menjaga kedaulatan laut sekaligus melindungi kekayaan hayati Indonesia. Melalui Tim Second Fleet Quick Response (SFQR), aparat berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ribuan benih bening lobster (BBL) ilegal pada Sabtu (18/4/2026).
Keberhasilan ini berawal dari informasi masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di kawasan Jalan Lingkar Timur, Desa Karangkandri, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SFQR segera melaksanakan pemeriksaan di lokasi.
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan seorang pria berinisial (K) yang diduga membawa BBL tanpa dokumen resmi. Pelaku menggunakan sepeda motor dengan membawa satu box styrofoam.
Saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan isi box berupa benih lobster yang tidak dilengkapi dokumen sah. Selanjutnya, pelaku beserta barang bukti diamankan dan dibawa ke Markas Komando (Mako) Lanal Cilacap untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Guna memastikan jumlah dan jenis benih lobster, Lanal Cilacap berkoordinasi dengan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Cilacap. Hasil verifikasi pada Minggu (19/4/2026) menunjukkan total sebanyak 5.859 ekor BBL, yang terdiri dari jenis pasir dan mutiara.
Selanjutnya, pelaku bersama barang bukti diserahkan kepada pihak PSDKP Cilacap untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen TNI Angkatan Laut dalam memberantas praktik ilegal di sektor kelautan. Upaya tersebut juga merupakan langkah konkret dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut serta melindungi potensi sumber daya kelautan Indonesia bagi generasi mendatang.
Pengawasan akan terus ditingkatkan melalui sinergi dengan instansi terkait, sejalan dengan arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dalam menjaga kedaulatan dan kekayaan laut Indonesia.