
SERAYUNEWS-Di tengah gempuran informasi digital yang tidak ada habisnya, Direktur Utama Perum LKBN ANTARA, Benny Siga Butarbutar, memberikan pesan penting. Hal itu disampaikan saat mengisi kuliah umum di FISIP Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jumat (08/05/2025) sore lalu.
Dia mengajak anak muda buat memperkuat literasi media dan nggak gampang kemakan arus disrupsi. Menurut Benny, mahasiswa punya peran krusial sebagai penjaga nalar publik.
“Mahasiswa itu benteng, benteng terakhir sekaligus benteng awal. Dalam krisis, yang kuat adalah orang-orang yang punya intelektualitas, yang mampu berpikir dan mengambil keputusan,” katanya.
Benny menyoroti gimana media sosial sekarang mengubah cara kita berpikir dan mengambil keputusan. Tanpa filter yang kuat, karakter dan daya kritis kita bisa melemah karena terlalu banyak menerima info mentah.
“Setiap hari kita menerima informasi dalam jumlah besar, tetapi kalau tidak punya kapasitas untuk menyeleksi, maka esensi kemanusiaan bisa terkikis,” ujarnya.
Beliau juga mengingatkan kalau di era velocity ini, kecepatan seringkali balapan sama kebenaran. Makanya, akurasi dan kredibilitas jauh lebih mahal harganya.
“The age of velocity adalah era ketika informasi bergerak lebih cepat daripada proses verifikasi. Karena itu, nilai media bukan lagi sekadar kecepatan, tetapi kepercayaan, akurasi, dan otoritas narasi,” kata dia.
Tidak cuma soal berita, Benny juga memotivasi mahasiswa soal mentalitas kerja. Beliau berpesan supaya mahasiswa nggak cuma mengejar “kerja cerdas” tapi melupakan proses jatuh bangunnya.
“Tidak ada kerja cerdas tanpa dimulai dengan kerja keras. Hard work membentuk karakter, passion menjaga semangat, dan discipline membuat seseorang mampu bertahan dalam krisis,” Pesan Benny.
Sebagai informasi, ANTARA Masuk Kampus Kegiatan ini sendiri merupakan bagian dari program TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) BUMN.
ANTARA ingin kampus jadi tempat strategis buat mengasah intelektualitas, apalagi sekarang kita sudah berhadapan dengan AI (kecerdasan buatan) dan berbagai jenis hoaks.
Benny pun mengapresiasi semangat mahasiswa Unsoed yang aktif banget diskusi. “Saya tidak menyangka mahasiswa begitu antusias. Ini menunjukkan kapasitas intelektual, kepedulian, dan sikap kritis mahasiswa dalam menyikapi perkembangan media baru,” kata dia.
Senada dengan itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unsoed, Prof. Norman Arie Prayogo, setuju kalau mahasiswa harus bisa jadi konsumen info yang pinter sekaligus pembuat konten yang bener.
“Mahasiswa sebagai calon profesional harus mampu mengenali bias, melawan hoaks, dan menggunakan media sebagai alat penyebaran perubahan yang positif,” kata Prof. Norman.
Selain Benny, acara seru ini juga menghadirkan jurnalis senior Virgie Baker dan Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi Unsoed, Edi Santoso.