
SERAYUNEWS– 22 orang pelajar setingkat SMK diamankan oleh jajaran Polres Kebumen, Jumat malam 8 Mei 2026.Mereka diamankan polisi setelah diduga terlibat aksi perusakan di salah satu sekolah menengah kejuruan di wilayah Kebumen.
Setelah dibawa ke Mapolres Kebumen, mereka menjalani pembinaan di Gedung Tribrata.”Pembinaan dengan melibatkan orang tua, perangkat desa, hingga pihak sekolah masing-masing,” kata Kabagops Polres Kebumen Kompol Mardi, dalam release, Sabtu (9/5/2026).
Dalam kegiatan pembinaan itu, para pelajar tampak menyesali perbuatannya. Mereka diduga melakukan pengrusakan di SMK TKM Teknik Kebumen, meskipun sekolah tersebut bukan tempat mereka menempuh pendidikan.
Berdasarkan hasil pendalaman, aksi tersebut dipicu dendam antar sekolah yang disebut telah berlangsung turun-temurun. “Dugaan permusuhan itu terus diwariskan dari kakak kelas kepada adik kelas tanpa alasan yang jelas,” terangnya.
Sejumlah orang tua mengaku terkejut mengetahui keterlibatan anak mereka dalam kejadian tersebut. Mereka mengaku tidak menyangka anak-anaknya ikut dalam aksi perusakan fasilitas sekolah.Kurangnya pengawasan orang tua menjadi salah satu faktor munculnya permasalahan sosial.
“Komunikasi dalam keluarga dan pengawasan penggunaan media sosial juga perlu diperhatikan,” tegasany.
Ia juga meminta seluruh pihak mengedepankan penyelesaian secara kekeluargaan dan musyawarah agar situasi tetap kondusif.Akibat perbuatan itu, para pelajar yang terlibat akan dikenakan wajib lapor sebagai bagian dari pembinaan dan pengawasan.“Pelaksanaan wajib lapor dilakukan dua kali dalam satu minggu untuk memantau perkembangan siswa,” ujarnya.
Kabagops juga meminta tidak terpuji tersebut agar dijadikan pelajaran bersama. Ia juga mendorong kedua sekolah menjalin kegiatan positif bersama untuk mencegah konflik antarpelajar.“Kegiatan bersama seperti olahraga dan pembinaan pelajar diharapkan bisa mempererat hubungan antarsekolah,” imbuhnya.