
SERAYUNEWS – Menjelang pergantian tahun hijriah, pertanyaan mengenai kapan Lebaran 2026 mulai ramai diperbincangkan.
Bagi umat muslim di Indonesia, mengetahui jadwal Idul Fitri lebih awal sangatlah penting, terutama untuk mempersiapkan tiket mudik dan agenda bersama keluarga besar.
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah pun telah lebih dulu merilis tanggal resmi berdasarkan perhitungan astronomi yang akurat.
Sementara itu, pemerintah masih akan menunggu hasil pengamatan lapangan. Mari simak rincian jadwal lengkapnya di bawah ini agar Anda bisa merencanakan hari kemenangan dengan matang.
Berdasarkan Maklumat resmi Nomor 02/MLM/I.0/E/2025, PP Muhammadiyah telah menetapkan bahwa Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Penetapan ini didasarkan pada metode Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Berbeda dengan metode sebelumnya, KHGT menggunakan parameter astronomi global yang bersifat universal, sehingga penetapan awal bulan kamariah tidak lagi bergantung pada terlihatnya hilal di lokasi tertentu saja, melainkan berdasarkan kesepakatan posisi bulan di seluruh dunia.
Selain tanggal Lebaran, Muhammadiyah juga telah menetapkan awal ibadah puasa:
Hingga saat ini, Pemerintah RI melalui Kementerian Agama belum menetapkan tanggal pasti 1 Syawal 1447 H. Keputusan resmi pemerintah baru akan diambil melalui Sidang Isbat yang digelar pada akhir bulan Ramadhan mendatang.
Namun, jika merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan Kemenag, terdapat potensi perbedaan hari.
Pemerintah memprediksi Lebaran 2026 jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Hal ini dikarenakan pemerintah menggunakan kriteria MABIMS (Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapura) yang mengharuskan hilal mencapai ketinggian dan elongasi tertentu saat matahari terbenam.
Pemerintah telah menyusun jadwal libur nasional untuk memudahkan masyarakat dalam mengatur agenda tahunan:
Perbedaan tanggal antara Muhammadiyah dan Pemerintah lumrah terjadi karena adanya perbedaan kriteria dalam menentukan “kapan bulan baru dimulai”.
Muhammadiyah mengacu pada perhitungan geometris (hisab) posisi bulan secara matematis di seluruh dunia (KHGT), sementara Pemerintah mengombinasikan hisab dengan pengamatan langsung di lapangan (rukyatul hilal) dengan standar MABIMS.
Demikian informasi tentang jadwal lebaran Muhammadiyah 2026.***