
SERAYUNEWS- Pendidikan karakter di Indonesia memasuki babak baru pada 2026 dengan hadirnya lagu Rukun Sama Teman sebagai bagian resmi kegiatan sekolah.
Lagu ini bukan hanya pengiring upacara, melainkan medium edukasi nilai toleransi, persahabatan, dan anti-kekerasan yang dirancang agar mudah diterima peserta didik.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan bahwa pembentukan karakter tidak selalu efektif jika disampaikan lewat ceramah formal.
Lagu dipilih karena mampu menyentuh sisi emosional siswa sekaligus menanamkan pesan moral secara kolektif dan berulang.
Melalui kebijakan ini, sekolah diharapkan menjadi ruang aman yang inklusif, di mana perbedaan diterima sebagai kekuatan, bukan sumber konflik.
Semua insan ciptaan Tuhan
Berbeda rupa dan kemampuan
Mari saling menghormati
Jangan saling menyakiti
Tak ada guna permusuhan
Tak ada guna pertengkaran
Mari jalin persahabatan
Rukun sama teman
Banyak kawan kita tenang
Banyak sahabat kita hebat
Mari bergandeng tangan
Rukun sama teman
Semua insan ciptaan Tuhan
Berbeda rupa dan kemampuan
Mari saling menghormati
Jangan saling menyakiti
Tak ada guna permusuhan
Tak ada guna pertengkaran
Mari jalin persahabatan
Rukun sama teman
Banyak kawan kita tenang
Banyak sahabat kita hebat
Mari bergandeng tangan
Rukun sama teman
Banyak kawan kita tenang
Banyak sahabat kita hebat
Mari bergandeng tangan
Rukun sama teman
Rukun sama teman
Lagu Rukun Sama Teman diciptakan sebagai respons atas meningkatnya perhatian publik terhadap isu perundungan dan kekerasan di lingkungan pendidikan. Pemerintah menilai pendekatan kultural lebih efektif untuk membangun empati sejak usia dini.
Dengan lirik sederhana dan mudah diingat, lagu ini dirancang agar dapat dinyanyikan bersama tanpa sekat usia maupun latar belakang siswa, menciptakan rasa kebersamaan yang kuat di sekolah.
Lagu ini merupakan karya Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Abdul Mu’ti, yang dikenal konsisten mendorong pendidikan berbasis nilai kemanusiaan dan relasi sosial sehat.
Melalui karya ini, Kemendikdasmen ingin menghadirkan pesan moral yang hidup dalam keseharian siswa, bukan hanya tertulis dalam buku pedoman.
Inti pesan lagu ini menekankan bahwa setiap manusia diciptakan berbeda dan perbedaan tersebut harus dihormati. Persahabatan diposisikan sebagai kunci terciptanya ketenangan dan kekuatan bersama.
Alih-alih menonjolkan kompetisi berlebihan, lagu ini mengajak siswa membangun solidaritas, empati, dan kerja sama sejak bangku sekolah.
Pendekatan pendidikan melalui musik terbukti mampu meningkatkan daya ingat dan keterlibatan emosional siswa. Lagu menjadikan pesan moral lebih mudah dipahami tanpa kesan menggurui.
Kemendikdasmen melihat musik sebagai jembatan efektif antara kebijakan pendidikan dan praktik nyata di sekolah.
Melalui Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 4 Tahun 2026, lagu Rukun Sama Teman ditetapkan sebagai bagian dari rangkaian upacara bendera setiap hari Senin.
Kebijakan ini berlaku di seluruh satuan pendidikan dasar dan menengah sebagai bagian dari penguatan karakter pelajar.
Pelaksanaan lagu ini terintegrasi dengan pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia yang dilakukan setelah Pancasila dan Pembukaan UUD 1945.
Rangkaian ini dirancang agar nilai kebangsaan dan nilai kemanusiaan berjalan seimbang dalam satu momentum upacara.
1. Mengajak siswa saling menghormati dalam perbedaan
2. Menolak kekerasan dan permusuhan
3. Menekankan persahabatan sebagai sumber kekuatan
4. Mendorong kebersamaan dan rasa aman di sekolah
5. Peran Media dalam Menyebarkan Pesan Lagu
Media memiliki peran penting memastikan pesan lagu ini dipahami secara utuh, bukan sekadar viral sesaat. Edukasi publik membantu mencegah salah tafsir kebijakan.
Lagu Rukun Sama Teman menjadi bagian dari visi jangka panjang pembentukan generasi Indonesia yang toleran, kuat secara mental, dan berdaya saing global.
Kehadiran lagu Rukun Sama Teman menegaskan bahwa pendidikan karakter tidak harus kaku. Musik menjadi bahasa universal yang mampu menyatukan nilai, emosi, dan kebersamaan.
Dengan dukungan semua pihak, lagu ini berpotensi menjadi simbol baru sekolah ramah anak di Indonesia.