Selasa, 28 September 2021

Lokawisata Baturraden Sudah Dibuka Tapi Masih Sepi Pengunjung, Ini Penjelasan Dinas

Pengunjung Lokawisata Baturaden pada uji coba pembukaan masih sepi. (Foto : Hermiana)

Lokawisata Baturraden sudah dibuka. Namun, saat hari pertama kembali dibuka di masa pandemi, hanya ada 20 pengunjung yang datang.


Banyumas, Serayunews.com

Menurut Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, Asis Kusumandani, sepinya pengunjung pada hari pertama uji coba, karena masih belum banyak yang mengetahui jika Lokawisata Baturraden sudah dibuka. Namun, pada hari kedua, sudah mulai meningkat tingkat kunjungannya.

“Hari pertama kemarin hanya ada 20 orang pengunjung, tetapi hari kedua ini, kebetulan bertepatan dengan hari Minggu, jumlah pengunjung mulai meningkat, sampai dengan siang hari ini, sudah ada 90 orang yang datang,” jelas Asis, Minggu (29/8).

Lebih lanjut Asis menjelaskan, dari seluruh tempat wisata di Banyumas, baru Lokawisata Baturraden yang diperbolehkan beroperasi kembali, itu pun dengan penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat. Jumlah pengunjung juga dibatasi maksimal hanya 20 persen. Dengan area seluas 16,8 hektar, maka jumlah pengunjung Lokawisata Baturraden maksimal 5.000 orang.

Selain itu, Lokawisata Baturraden juga hanya menerima kunjungan dari wisatawan lokal saja yang asli warga Banyumas. Di lokasi juga diberlakukan sistem buka-tutup. Sehingga jika pengunjung sudah dinilai cukup banyak, maka pintu masuk akan ditutup sementara, setelah ada pengunjung keluar, baru dibuka kembali.

Pembatasan jumlah pengunjung tersebut, dengan pertimbangan supaya tetap bisa menjaga jarak antarpengunjung. Meskipun area Lokawisata Baturraden merupakan wisata alam terbuka, namun tetap harus menjaga jarak antar pengunjung.

Sebagaimana diketahui, sejak penutupan tempat wisata total selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat yang berlanjut dengan PPKM level 4, membuat Kabupaten Banyumas kehilangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga ratusan juta. Sehingga pembukaan kawasan wisata, meskipun baru uji coba diharapkan mulai dapat mendatangkan PAD.

“Semoga evaluasi bulan depan, status kita sudah turun level, sehingga wisata sudah diperbolehkan buka untuk keseluruhan, karena sekarang baru Lokawisata Baturraden saja yang diperbolehkan buka dan juga mulai ada pemasukan PAD dari sektor pariwisata,” kata Asis.

Berita Terkait

Berita Terkini