
SERAYUNEWS – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 24 Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar workshop pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari limbah ikan, Minggu (9/2/2026). Kegiatan ini berlangsung di Bioskop Hijau Demangkarta Kelurahan Karangtalun, Kabupaten Cilacap dan diikuti oleh warga dengan antusias.
Workshop ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pengolahan limbah ikan menjadi pupuk yang bermanfaat bagi pertanian sekaligus ramah lingkungan. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pengertian POC, manfaatnya bagi tanah dan tanaman, serta cara pembuatannya melalui proses fermentasi menggunakan bioaktivator EM4 (mikroorganisme seperti bakteri asam laktat dan ragi).
Kegiatan ini diinisiasi oleh Ketua KKN 24 UNS, Aqtus Ardianto Putra Dana, yang juga bertindak sebagai narasumber dan penanggung jawab acara. Dalam pemaparannya, Putra menjelaskan bahwa POC memiliki banyak manfaat, seperti menyuburkan tanah, membantu pengendalian hama dan penyakit pada tanaman, serta mengurangi limbah ikan yang selama ini sering terbuang percuma.
“Limbah ikan yang biasanya hanya dibuang, ternyata bisa diolah menjadi pupuk cair yang kaya nutrisi. Harapannya, warga bisa memanfaatkan bahan yang ada di sekitar untuk mendukung pertanian” ujar Putra.
Acara diawali dengan pemaparan materi secara santai namun informatif. Putra menjelaskan bahwa pupuk organik cair merupakan sumber nutrisi tanaman yang berasal dari fermentasi bahan organik, seperti limbah ikan yang kaya nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) yang merupakan unsur penting bagi pertumbuhan tanaman.
Pendekatan ini sejalan dengan penelitian ilmiah yang menunjukkan bahwa Pupuk Organik Cair (POC) dari limbah ikan memiliki potensi nutrisi yang tinggi dan dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman jika diaplikasikan secara tepat. POC mampu memenuhi kebutuhan hara tanaman secara tepat, dengan distribusi yang merata dan kepekatan yang bisa disesuaikan.
Dalam sesi demonstrasi, peserta diajak mempelajari secara langsung proses pembuatan POC. Kegiatan diawali dengan penakaran molase, kemudian dilanjutkan dengan pencampuran limbah ikan yang telah dihaluskan bersama EM4, air, dan kapur hingga siap difermentasi selama satu hingga dua bulan.
Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai cara penggunaan pupuk organik cair yang tepat agar dapat memberikan hasil optimal bagi pertumbuhan tanaman.
Workshop berlangsung dalam suasana santai dan interaktif. Banyak peserta yang aktif bertanya seputar teknik pembuatan, penggunaan di kebun pekarangan, hingga cara mengurangi bau yang sering muncul dalam proses fermentasi.
Diskusi ini menunjukkan tingginya minat warga terhadap solusi pengelolaan limbah organik yang sederhana tetapi berdampak besar pada lingkungan dan produktivitas pertanian rumah tangga.
Salah satu peserta, Ibu Fredi (38), mengaku merasa terbantu dengan pelatihan ini. “Selama ini limbah ikan hanya dibuang begitu saja. Dengan pelatihan ini saya jadi tahu bagaimana memanfaatkannya untuk kebun sayur saya di rumah,” ujarnya antusias.
Melalui inovasi ini, mahasiswa KKN 24 UNS berharap warga Kelurahan Karangtalun mampu mengelola limbah organik secara mandiri, meningkatkan produktivitas pertanian rumah tangga, serta bersama-sama mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.