
SERAYUNEWS – Google kembali menghadirkan Doodle tematik yang sarat makna pada 4 Februari 2026. Apa makna Google Doodle hari ini?
Kali ini, raksasa teknologi tersebut menampilkan ilustrasi bertema olahraga curling sebagai bagian dari sambutan menuju Olimpiade Musim Dingin 2026 atau Winter Olympics 2026 yang akan digelar di Italia.
Doodle bertajuk “Curling 2026” ini langsung mencuri perhatian karena menampilkan visual khas olahraga musim dingin yang jarang disorot di negara beriklim tropis.
Melalui ilustrasi sederhana namun penuh makna, Google mengajak pengguna memahami salah satu cabang olahraga strategi paling ikonik di Olimpiade Musim Dingin.
Dalam keterangan resminya, Google menulis, “This Doodle celebrates the sport of Curling.”
Kutipan tersebut menegaskan bahwa Doodle ini bukan sekadar hiasan, melainkan bentuk apresiasi terhadap curling sebagai olahraga global yang memiliki sejarah panjang.
Google Doodle bertema curling ini menjadi bagian dari rangkaian konten kreatif Google dalam menyambut Olimpiade Musim Dingin XXV Milano Cortina 2026.
Ajang olahraga dunia tersebut dijadwalkan berlangsung pada 6–22 Februari 2026 di Italia.
Pemilihan curling sebagai tema Doodle dinilai relevan karena olahraga ini selalu menjadi ikon Olimpiade Musim Dingin.
Selain itu, penayangan Doodle pada awal Februari bertepatan dengan semakin dekatnya pesta olahraga musim dingin yang akan menyedot perhatian dunia.
Lewat Doodle ini, Google tidak hanya memperkenalkan cabang olahraga, tetapi juga membangun antusiasme publik global terhadap Olimpiade yang akan segera berlangsung.
Curling merupakan olahraga musim dingin yang memiliki akar sejarah panjang.
Cabang olahraga ini pertama kali berkembang di Skotlandia sekitar abad ke-16, sebelum akhirnya populer di Kanada dan menyebar ke berbagai negara beriklim dingin.
Seiring waktu, curling berkembang menjadi olahraga kompetitif dengan aturan baku dan federasi internasional.
Popularitasnya semakin meningkat setelah resmi dipertandingkan dalam Olimpiade Musim Dingin sejak 1998, dan hingga kini tetap menjadi salah satu cabang yang paling dinantikan.
Curling kerap dijuluki sebagai “catur di atas es”. Julukan ini muncul karena permainan ini mengandalkan strategi, presisi, dan perhitungan matang, bukan sekadar kekuatan fisik.
Dalam satu pertandingan, terdapat dua tim yang masing-masing terdiri dari empat pemain.
Misi utama setiap tim adalah meluncurkan batu granit di atas lintasan es menuju target berbentuk lingkaran yang disebut house.
Setiap batu harus diarahkan sedekat mungkin ke titik tengah house untuk memperoleh poin.
Pada saat yang sama, tim juga berupaya menggeser atau menyingkirkan batu milik lawan dari area sasaran.
Lintasan curling atau sheet berbentuk persegi panjang dengan permukaan es yang sangat licin.
Dalam satu babak permainan, setiap tim mendapatkan delapan batu, dan penilaian dilakukan setelah seluruh batu dimainkan.
Salah satu ciri khas curling adalah peran penyapu es. Pemain ini menggunakan sikat khusus untuk mengatur laju dan arah batu dengan cara menggosok permukaan es.
Teknik ini memerlukan koordinasi dan komunikasi yang sangat baik antaranggota tim.
Ilustrasi curling dalam Google Doodle 4 Februari 2026 tidak dibuat secara sembarangan.
Visual tersebut merepresentasikan nilai-nilai yang dijunjung tinggi dalam olahraga ini, seperti kerja sama tim, ketepatan strategi, dan sportivitas.
Makna ini sejalan dengan semangat Olimpiade Musim Dingin yang tidak hanya menonjolkan persaingan, tetapi juga persatuan antarbangsa.
Google melalui Doodle-nya ingin menyampaikan pesan bahwa olahraga mampu menjadi bahasa universal yang menyatukan dunia.
Olimpiade Musim Dingin 2026 secara resmi bernama Milano Cortina 2026.
Penetapan Milan dan Cortina d’Ampezzosebagai tuan rumah diputuskan oleh IOC pada 24 Juni 2019 di Lausanne, Swiss.
Italia tercatat menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin untuk keempat kalinya.
Ajang ini juga memiliki nilai historis karena menandai 20 tahun Olimpiade Torino 2006 dan 70 tahun Cortina d’Ampezzo 1956.
Moto “Dream Together” diusung sebagai simbol kolaborasi dan kebersamaan dalam perhelatan olahraga global tersebut.
Upacara pembukaan akan digelar di Stadion San Siro, Milan, sementara upacara penutupan direncanakan berlangsung di Arena Verona.
Melalui Google Doodle bertema curling ini, Google kembali menunjukkan perannya sebagai media edukasi digital.
Tidak sedikit pengguna yang akhirnya mencari tahu lebih jauh tentang olahraga curling dan Olimpiade Musim Dingin setelah melihat Doodle tersebut.
Dengan cara visual yang sederhana namun informatif, Google berhasil mengemas peristiwa olahraga dunia menjadi konten yang mudah dipahami dan menarik bagi semua kalangan.***