
SERAYUNEWS – Malam takbiran menjadi salah satu momen yang paling dinantikan umat Islam menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri.
Pada malam tersebut, umat Muslim mengumandangkan takbir, tahmid, dan tahlil sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadan.
Di Indonesia, malam takbiran tidak hanya berlangsung di masjid atau musala. Di banyak daerah, masyarakat juga merayakannya melalui tradisi takbir keliling, yaitu kegiatan berjalan bersama sambil mengumandangkan takbir.
Biasanya, kegiatan ini diiringi alat musik tradisional seperti bedug, obor, atau lampion yang menambah semarak suasana malam menjelang Idulfitri.
Selain sebagai bentuk syiar Islam, tradisi ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan masyarakat. Warga dari berbagai kalangan berkumpul untuk menyambut datangnya hari kemenangan dengan penuh kegembiraan.
Untuk tahun 2026, waktu pelaksanaan malam takbiran masih bergantung pada penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah. Salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah, telah lebih dulu menetapkan jadwal Hari Raya Idulfitri.
Berdasarkan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang penetapan hasil hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H, Idulfitri diperkirakan jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Perhitungan tersebut didasarkan pada metode hisab hakiki wujudul hilal yang digunakan oleh Muhammadiyah. Dalam perhitungan tersebut, ijtimak menjelang bulan Syawal diperkirakan terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 sekitar pukul 08.23 WIB.
Dengan demikian, jika merujuk pada keputusan Muhammadiyah, maka malam takbiran diperkirakan berlangsung pada Kamis malam, 19 Maret 2026, dimulai setelah waktu Magrib hingga menjelang pelaksanaan salat Id pada Jumat pagi.
Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia belum menetapkan secara resmi tanggal Hari Raya Idulfitri 1447 H.
Penentuan tersebut akan diputuskan melalui Sidang Isbat Penetapan 1 Syawal 1447 H yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 19 Maret 2026.
Sidang isbat merupakan forum resmi yang melibatkan berbagai pihak, seperti:
Dalam sidang tersebut, pemerintah mempertimbangkan dua metode utama, yaitu:
Melalui proses tersebut, pemerintah akan menetapkan secara resmi kapan tanggal 1 Syawal 1447 H dimulai.
Karena keputusan pemerintah belum diumumkan, maka jadwal malam takbiran tahun ini masih memiliki dua kemungkinan:
1. Jika Idulfitri jatuh pada 20 Maret 2026
Maka malam takbiran akan dilaksanakan pada Kamis malam, 19 Maret 2026.
2. Jika Idulfitri jatuh pada 21 Maret 2026
Maka malam takbiran akan berlangsung pada Jumat malam, 20 Maret 2026.
Situasi seperti ini cukup sering terjadi di Indonesia karena adanya perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah antara organisasi Islam dan pemerintah.
Menariknya, tahun 2026 berpotensi menghadirkan peristiwa unik dalam kalender keagamaan Indonesia. Hal ini karena Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Maret 2026.
Jika Idulfitri jatuh pada 20 Maret 2026, maka malam takbiran berpotensi berlangsung pada hari yang sama dengan perayaan Nyepi di Bali.
Untuk mengantisipasi situasi tersebut, Kementerian Agama Republik Indonesia telah menyiapkan panduan khusus bagi pelaksanaan takbiran di wilayah Bali.
Panduan tersebut disusun melalui koordinasi dengan:
Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa umat Islam tetap dapat melaksanakan takbiran di masjid atau musala terdekat dengan berjalan kaki. Namun kegiatan tersebut dilakukan dengan beberapa penyesuaian agar tetap menghormati pelaksanaan Nyepi.
Beberapa ketentuan yang diberlakukan antara lain:
Selain itu, waktu pelaksanaan takbiran juga dibatasi mulai pukul 18.00 hingga 21.00 WITA.
Pengurus masjid dan musala juga diminta untuk menjaga keamanan serta ketertiban selama kegiatan berlangsung. Koordinasi dengan aparat keamanan, linmas, dan perangkat desa dilakukan agar dua perayaan keagamaan tersebut dapat berjalan dengan tertib.
Melalui pengaturan tersebut, pemerintah berharap perayaan malam takbiran dan Hari Raya Nyepi dapat berlangsung secara berdampingan dengan tetap menjaga kerukunan antarumat beragama di Indonesia.