
SERAYUNEWS-Inovasi dalam mengolah bahan pangan lokal membawa berkah bagi Arin Listya Apriani, seorang ibu rumah tangga asal Kelurahan Sokanandi, Kecamatan Banjarnegara, Jawa Tengah. Ia memproduksi aneka kue kering dan brownies berbahan dasar tepung mocaf atau tepung singkong, yang dikenal bebas gluten dan lebih ramah bagi penderita alergi tertentu.
Sekilas, tampilan kue buatannya tidak berbeda dengan kue kering pada umumnya. Namun Arin tidak menggunakan tepung terigu sebagai bahan utama, melainkan tepung mocaf yang dinilai lebih sehat karena tidak mengandung gluten, protein yang dapat memicu alergi pada sebagian orang.
“Saya memilih tepung mocaf karena lebih sehat dan bisa dikonsumsi oleh yang sensitif terhadap gluten. Ternyata respons pasarnya juga sangat baik,” ujar Arin.

Beragam produk yang ia hasilkan antara lain nastar, kastengel, putri salju, hingga brownies. Pemasarannya tidak hanya menjangkau wilayah Banjarnegara, tetapi juga merambah ke berbagai kota seperti Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya melalui promosi di media sosial.
Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp30 ribu per bungkus, tergantung jenis dan ukuran kemasan. Dari usaha rumahan tersebut, Arin mampu meraup omzet rata-rata antara Rp6 juta hingga Rp10 juta per bulan.
Menjelang Hari Raya Idulfitri, Arin mengaku meningkatkan kapasitas produksi hingga empat kali lipat dibanding hari biasa. Lonjakan ini dilakukan untuk memenuhi permintaan pelanggan yang menjadikan kue mocaf sebagai bingkisan Lebaran.
“Biasanya menjelang Lebaran pesanan meningkat tajam, jadi produksi kami tambah agar bisa memenuhi permintaan,” katanya.
Arin berharap usahanya dapat terus berkembang sekaligus mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal seperti singkong agar memiliki nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.