
SERAYUNEWS-Dataran tinggi Dieng menyimpan beragam potesni wisata alam dan sejarah peradaban. Di balik semua itu, dataran tinggi ini masih menyimpan potensi pertanian yang luar biasa, selain kentang, kini hadir umbi Yakon yang diyakini sebagai harta karun dari Desa Bakal, Kecamatan Batur.
Dengan berhasilnya Desa Bakal dalam mengembangkan umbi Yakon yang kini sedang naik daun, dataran tinggi di Banjarnegara ini tidak hanya sentra pertanian kentang dan sayuran lainnya. Umbi Yakon atau Smallanthus sonchifolius kini menjadi komoditas baru yang kaya manfaat bagi kesehatan.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Bakal, Hermawan, mengungkapkan bahwa potensi Yakon yang oleh warga disebut sebagai tanaman insulin ini sebenarnya sudah ada sejak lama. Namun, baru benar-benar serius dibudidayakan sebagai komoditas unggulan dan ikon wisata agro sejak tahun 2015.
“Dulu orang tua kita sudah menanam di pinggiran, cuma karena belum tahu manfaatnya, sering dibuang. Sekarang, di area Bosweisen, kami coba budidayakan kembali karena riset ilmiah membuktikan Yakon sangat baik untuk kesehatan,” ujar Hermawan.
Menurutnya, kawasan Bosweisen kini disiapkan menjadi pusat edukasi agro seluas kurang lebih 15 hektare. Selain Yakon, pengunjung dapat mempelajari budidaya kopi, kol ungu, dan terung Belanda serta komoditas sayuran khas Dieng lainnya.
Menariknya, Yakon di Desa Bakal dipanen secara berkelanjutan. Hermawan menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 20.000 batang tanaman sudah siap panen dan 10.000 batang dalam masa pertumbuhan.
“Per batang bisa menghasilkan 3 hingga 5 kilogram umbi, dengan masa tanam 6 sampai 7 bulan. Saat ini permintaan cukup tinggi, kami kirim ke Jakarta dan jual secara online,” katanya.
Umbi Yakon sendiri dibanderol dengan harga Rp25.000 per kilogram di tingkat petani. Secara medis, Umbi Yakon diakui oleh National Institutes of Health sebagai bahan pangan fungsional yang luar biasa.
Berbeda dengan umbi-umbian lain, Yakon memiliki tekstur renyah seperti apel atau pir dengan rasa manis alami, sehingga sangat nikmat dikonsumsi mentah, dijadikan jus, atau diolah menjadi sirup.
Keunggulan utamanya terletak pada kandungan Fruktooligosakarida (FOS) dan Inulin yang tinggi (mencapai 58%-78% dari total karbohidrat). Senyawa ini bertindak sebagai prebiotik yang tidak meningkatkan gula darah secara drastis, menjadikannya camilan ideal bagi penderita diabetes.
Berdasarkan data riset, Yakon kaya akan Antioksidan yang berfungsi untuk membantu melawan radikal bebas.
Selain itu juga terdapat Mineral yaitu Kalium, kalsium, dan magnesium untuk kesehatan tulang dan jantung. Serta Rendah Kalori dan Sangat cocok untuk program diet dan manajemen berat badan.
Meskipun sempat beredar mitos sebagai peningkat vitalitas, Hermawan menegaskan bahwa fokus utama manfaat Yakon berdasarkan riset adalah untuk menstabilkan gula darah dan mendukung produksi hemoglobin (sel darah merah).
Dengan perpaduan keindahan alam Dieng dan potensi kesehatan dari Umbi Yakon, Desa Bakal siap menjadi destinasi wisata agro unggulan yang siap menyambut wisatawan.