
SERAYUNEWS-Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, perajin makanan ringan combro di Kabupaten Banjarnegara, mulai meningkatkan kapasitas produksi. Lonjakan permintaan yang rutin terjadi setiap Ramadan mendorong pelaku usaha menaikkan produksi hingga dua kali lipat.
Sumantri, perajin combro di Kelurahan Kutabanjar, Kecamatan Banjarnegara, mengaku telah mengantisipasi peningkatan permintaan sejak beberapa pekan terakhir. Menurutnya, combro kering buatannya kerap diburu masyarakat sebagai camilan berbuka puasa maupun oleh-oleh untuk keluarga dan kerabat.
“Kalau mendekati Ramadan, permintaan selalu naik. Banyak yang membeli untuk stok di rumah atau dijadikan oleh-oleh,” ujar Sumantri saat ditemui di tempat produksinya, Kamis (12/2/2026).
Ia menjelaskan, pada hari biasa dirinya mengolah sekitar 25 kilogram tepung sebagai bahan utama combro. Namun menjelang Ramadan, jumlah tersebut meningkat menjadi 50 kilogram per hari guna memenuhi pesanan pelanggan.
Combro kering produksi Sumantri dijual dalam berbagai kemasan. Untuk kemasan kecil, harga dibanderol mulai Rp10 ribu hingga Rp30 ribu per bungkus, tergantung ukuran. Sementara untuk pembelian dalam jumlah besar, combro dijual seharga Rp60 ribu per kilogram.
Menurutnya, usaha pembuatan combro ini sudah ada sejak 1985 , usaha ini merupakan warisan keluarga. Awalnya, orang tua Sumantri memproduksi combro basah berisi sambal tempe yang digoreng langsung untuk konsumsi harian. Namun karena tidak tahan lama, Sumantri kemudian berinovasi membuat combro kering agar lebih awet dan dapat dipasarkan lebih luas.
Dengan peningkatan produksi menjelang Ramadan, Sumantri berharap penjualan tahun ini mampu mendongkrak omzet dan menjaga keberlangsungan usaha turun-temurun yang telah menjadi bagian dari kuliner khas Banjarnegara tersebut.