
SERAYUNEWS – Memasuki hari ketiga bulan suci Ramadan 1447 Hijriah yang bertepatan pada Februari 2026, umat Islam dianjurkan untuk semakin memperbanyak doa dan memperdalam kualitas ibadah.
Setiap hari di bulan Ramadan memiliki doa yang bisa diamalkan sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT, termasuk doa khusus pada hari ke-3 yang berisi harapan agar diberikan kecerdasan, kesadaran, serta dijauhkan dari kebodohan dan kesesatan.
Doa ini menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum untuk memperbaiki kualitas diri, baik dari sisi spiritual maupun intelektual.
Berikut ulasan lengkap mengenai bacaan doa Ramadan hari ke-3 beserta waktu-waktu terbaik untuk memanjatkan doa.
Bacaan Doa Ramadan Hari ke-3 Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Ramadan hari ketiga berisi permohonan agar diberikan pemahaman yang baik, kewaspadaan dalam bertindak, serta dijauhkan dari sifat lalai dan tertipu oleh hal-hal yang menyesatkan.
Teks Arab:
اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي فِيْهِ الذِّهْنَ وَالتَّنْبِيَّة، وَبَاعِدْنِي فِيْهِ مِنَ السَّفَاهَةِ وَالتَّمْوِيْهِ، وَاجْعَلْ لِي نَصِيبًا مِنْ كُلِّ خَيْرٍ تُنْزِلُ فِيْهِ، بِجُودِكَ يَا أَجْوَدَ الْأَجْوَدِينَ
Latin:
Allahummarzuqnî fîhidz dzihna wattanbîh, wa bâ’idnî fihi minas safahati wattamwîh, waj‘alli nashîban min kulli khairin tunzilu fihi, bijûdika yâ ajwadal ajwadîn.
Artinya:
Ya Allah, karuniakanlah kepadaku di dalamnya kecerdasan dan kesadaran. Jauhkanlah aku dari kebodohan dan kepalsuan. Berikanlah kepadaku bagian dari setiap kebaikan yang Engkau turunkan di bulan ini, dengan kemurahan-Mu wahai Dzat Yang Maha Dermawan.
Makna doa ini sangat relevan dengan semangat Ramadan. Umat Islam tidak hanya memohon kekuatan fisik untuk berpuasa, tetapi juga ketajaman akal dan kebersihan hati agar mampu menjalani ibadah dengan penuh kesadaran.
Tiga Waktu Mustajab untuk Berdoa di Bulan Ramadan
Selain mengetahui bacaan doa, penting pula memahami waktu-waktu yang diyakini sebagai saat paling mustajab untuk memanjatkan permohonan.
Dalam berbagai riwayat hadis, terdapat beberapa momentum istimewa di bulan Ramadan.
1. Sepertiga Malam Terakhir Saat Sahur
Waktu sahur, yang bertepatan dengan sepertiga malam terakhir, dikenal sebagai salah satu waktu paling utama untuk berdoa.
Dalam hadis riwayat Muhammad SAW disebutkan bahwa Allah SWT turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir dan menawarkan ampunan serta pengabulan doa bagi hamba-Nya yang memohon.
Momentum ini menjadi kesempatan emas untuk memperbanyak istighfar, doa, serta memohon kebutuhan dunia dan akhirat. Di bulan Ramadan, nilai keutamaannya semakin berlipat ganda.
2. Sepanjang Waktu Berpuasa
Sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, orang yang berpuasa berada dalam kondisi ibadah. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa doa orang yang berpuasa hingga berbuka tidak akan tertolak.
Artinya, setiap waktu selama menjalankan puasa adalah kesempatan untuk bermunajat. Tidak ada batasan khusus, sehingga umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa di sela aktivitas harian.
3. Menjelang dan Saat Berbuka Puasa
Waktu berbuka juga termasuk saat yang sangat mustajab. Ketika seseorang telah menahan diri sepanjang hari dan berada dalam kondisi tunduk serta penuh harap, doa yang dipanjatkan memiliki keutamaan tersendiri.
Momen ini sering kali menjadi waktu yang penuh haru, karena rasa syukur atas nikmat berbuka menyatu dengan harapan akan terkabulnya doa-doa yang dipanjatkan sejak pagi.
Menghidupkan Ramadan dengan Doa dan Kesadaran
Ramadan adalah bulan yang sarat dengan peluang kebaikan. Doa hari ke-3 yang berisi permohonan kecerdasan dan kewaspadaan menjadi pengingat agar umat Islam tidak hanya fokus pada aspek ritual, tetapi juga pada peningkatan kualitas diri.
Dengan memanfaatkan waktu-waktu mustajab dan mengamalkan doa secara konsisten, Ramadan dapat menjadi sarana pembentukan pribadi yang lebih bijak, sadar, dan terhindar dari kelalaian.
Semoga doa Ramadan hari ke-3 ini dapat diamalkan dengan penuh kekhusyukan, serta menjadi jalan untuk meraih keberkahan dan kebaikan sepanjang bulan suci.***











