
SERAYUNEWS — Talkshow inspiratif bertajuk “Memendam Bukan Berarti Kuat, Saatnya Pulih!” yang digelar Yayasan Amal Bunda sukses menyentuh emosi para peserta.
Kegiatan ini menjadi ruang aman bagi para ibu untuk belajar melepaskan beban batin dan memahami pentingnya kesehatan mental dalam keluarga.
Acara berlangsung hangat di Ethos Digital Valley, Kamis (23/4/2026). Para peserta yang didominasi ibu-ibu tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari diskusi hingga refleksi diri.
Ketua Yayasan Amal Bunda, Anita Ratna Faoziyah, memandu langsung kegiatan yang juga menghadirkan narasumber Angelina Sondakh.
Dalam sambutannya, Anita menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi bagi para relawan yang selama ini aktif dalam kegiatan sosial.
“Momentum ini memang kami khususkan untuk para relawan sebagai bentuk terima kasih kami. Program ini didesain untuk panjenengan semua, ibu-ibu yang menjadi jantungnya keluarga,” ujarnya.
Ia menyoroti kompleksitas peran perempuan yang dituntut menjalankan banyak tanggung jawab sekaligus.
“Kita ini harus multitasking. Kalau parameter laki-laki mungkin di usaha atau pekerjaan, tapi bagi kita, salah satu parameternya adalah keluarga dan anak-anak,” katanya.
Anita mengungkapkan bahwa banyak perempuan menghadapi tekanan emosional yang tidak terlihat oleh orang lain. Mereka tetap dituntut tampil kuat, meski sedang tidak baik-baik saja.
“Orang lain tidak selalu tahu apa yang kita rasakan. Yang mereka lihat hanya kita harus tetap ‘perform’. Suami pulang, kita harus terlihat baik. Anak pulang sekolah, kita harus terlihat oke. Padahal, di dalam, tidak selalu seperti itu,” ujar dia.
Melalui talkshow ini, ia berharap peserta memiliki ruang untuk melepaskan emosi dan belajar menghadapi masalah dengan perspektif yang lebih sehat.
“Di sinilah kita bersama-sama belajar. Bahwa masalah dalam keluarga bukan halangan, tapi bagaimana kita bersikap. Memendam bukan berarti kuat, saatnya pulih,” katanya.
Dalam sesi utama, Angelina Sondakh menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya kejujuran emosional.
“Saya ingin bunda-bunda pulang dari sini betul-betul kuat, bukan pura-pura kuat. Karena banyak perempuan yang berusaha terlihat kuat, tapi ketika sampai di rumah justru menangis,” ujar dia.
Ia menekankan bahwa memendam emosi bukan solusi, melainkan potensi beban jangka panjang.
“Mudah-mudahan melalui kegiatan ini, rasa sakit itu bisa dikanalkan. Ketika kita bisa melihat dengan sudut pandang yang lebih luas, kita akan paham bahwa setiap luka yang diizinkan terjadi, pada akhirnya membentuk kita menjadi lebih kuat,” kata dia.
Talkshow ini tidak hanya menjadi ajang berbagi pengalaman, tetapi juga mendorong kesadaran akan pentingnya kesehatan mental perempuan, khususnya ibu, di tengah tuntutan keluarga.
Dengan pendekatan yang hangat dan penuh empati, Yayasan Amal Bunda berharap kegiatan ini menjadi langkah awal bagi perempuan untuk berani pulih, bukan sekadar bertahan.