
SERAYUNEWS – Arsenal semakin dekat dengan trofi Liga Inggris setelah menang tipis 0-1 atas tuan rumah West Ham United dalam Derby London, Senin (11/5/2026) WIB.
Gol semata wayang Leandro Trossard pada menit ke-83 menjadi pembeda dalam laga yang ternyata jauh lebih sulit dari perkiraan banyak orang.
Kini The Gunners hanya membutuhkan satu kemenangan lagi saat menghadapi Burnley untuk semakin mendekatkan diri pada gelar Liga Inggris pertama mereka dalam 22 tahun terakhir.
Namun pertanyaannya sekarang: apakah Arsenal memang sudah benar-benar layak jadi juara?
Jika melihat hasil akhir, Arsenal memang sukses membawa pulang tiga poin penting. Tapi performa mereka justru memunculkan tanda tanya.
West Ham yang saat ini berada di papan bawah klasemen justru tampil lebih berbahaya dalam beberapa momen. Dari 11 tembakan yang dilepaskan, empat mengarah tepat ke gawang dan beberapa kali memaksa David Raya melakukan penyelamatan krusial.
Bahkan The Hammers sempat mencetak gol di masa injury time sebelum dianulir VAR.
Sementara Arsenal memang mendominasi penguasaan bola hingga 66 persen dan melepaskan 13 tembakan. Tapi efektivitas lini serang mereka terlihat menurun drastis.
Gol baru tercipta di menit ke-83, itu pun lewat situasi yang tidak benar-benar bersih.
Jika bukan karena penampilan gemilang David Raya, hasil pertandingan mungkin akan berbeda.
Kiper asal Spanyol itu tampil sangat tenang dan beberapa kali menggagalkan peluang emas West Ham. Tidak berlebihan jika dirinya disebut sebagai salah satu pemain terbaik Arsenal di laga ini. Dan di sinilah letak masalahnya.
Tim calon juara seharusnya bisa tampil lebih dominan melawan tim yang sedang berjuang keluar dari zona degradasi.
Pelatih Mikel Arteta tampaknya masih punya pekerjaan besar, terutama soal mental pemain. Beberapa kali koordinasi antar lini terlihat kurang rapi.
Serangan Arsenal juga tidak segarang biasanya, bahkan cenderung bermain hati-hati dan tegang.
Tekanan perburuan gelar tampaknya mulai terasa. Apalagi dalam beberapa musim terakhir, Arsenal kerap mendapat label “nyaris juara”. Trauma gagal di momen penting bisa saja kembali menghantui.
Di atas kertas, laga melawan Burnley seharusnya jadi pertandingan mudah. Klub tersebut kini berada di posisi ke-19 dan di ambang degradasi. Namun Liga Inggris selalu penuh kejutan.
Tim papan bawah sering kali bermain tanpa tekanan dan justru mampu merepotkan tim-tim besar.
Jika Arsenal lengah sedikit saja, situasi bisa berubah sangat cepat. Terlebih Manchester City masih terus mengintai dan siap memanfaatkan kesalahan sekecil apa pun.
Secara konsistensi musim ini, Arsenal memang pantas berada di puncak klasemen. Mereka tampil lebih matang dan lebih stabil dibanding musim-musim sebelumnya.
Namun untuk benar-benar disebut layak juara, mereka harus mampu melewati tekanan di momen terakhir.
Karena gelar Liga Inggris bukan hanya soal kualitas permainan. Tapi juga tentang siapa yang paling kuat menjaga mental sampai garis finis.