
SERAYUNEWS – Empat astronaut dalam misi Artemis II milik NASA mencatat sejarah baru dalam eksplorasi luar angkasa setelah berhasil mencapai wilayah gravitasi Bulan pada awal April 2026.
Momen tersebut menandai langkah besar umat manusia dalam perjalanan kembali menuju Bulan setelah lebih dari 50 tahun sejak era Apollo.
Dalam misi ini, awak Artemis II tercatat menempuh jarak sekitar 252.757 mil dari Bumi, memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang kru Apollo 13 dan menjadikan mereka manusia yang melakukan perjalanan terjauh dari planet Bumi dalam sejarah penerbangan antariksa berawak.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari empat astronaut pilihan yang dipercaya NASA dan Badan Antariksa Kanada untuk menjalankan salah satu misi paling penting dalam dekade ini.
Mereka bukan astronaut biasa, melainkan figur dengan pengalaman panjang di bidang militer, teknik, penelitian, hingga penerbangan antariksa.
Artemis II merupakan misi berawak pertama dalam program Artemis yang membawa manusia mengelilingi Bulan menggunakan kapsul Orion selama kurang lebih 10 hari.
Misi ini menjadi tahapan penting sebelum NASA mengirim manusia mendarat kembali di permukaan Bulan melalui Artemis III dalam beberapa tahun mendatang.
Selain menguji teknologi pesawat antariksa generasi baru, Artemis II juga bertujuan menilai kesiapan fisik manusia untuk perjalanan luar angkasa jarak jauh sebagai fondasi menuju misi ke Mars.
Berikut profil lengkap empat astronaut Artemis II.
Barry Eugene “Reid” Wiseman dipercaya menjadi komandan utama dalam misi Artemis II. Ia merupakan astronaut veteran NASA yang dipilih sejak tahun 2009 dan memiliki latar belakang sebagai pilot tempur Angkatan Laut Amerika Serikat.
Sebelum bergabung dengan NASA, Wiseman adalah perwira militer yang telah mencatat lebih dari 7.000 jam terbang di lebih dari 20 jenis pesawat militer berbeda. Pengalamannya tersebut membuatnya dikenal sebagai salah satu pilot elite dalam dunia penerbangan militer Amerika.
Wiseman bukan wajah baru dalam dunia antariksa. Pada tahun 2014, ia pernah menjalani misi Expedition 40/41 di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dan tinggal selama 165 hari di orbit Bumi.
Pengalaman hidup di luar angkasa selama berbulan-bulan itu menjadi bekal besar baginya untuk memimpin Artemis II. Dalam struktur kru, Reid bertugas mengambil keputusan utama selama penerbangan serta memastikan seluruh awak menjalankan prosedur dengan aman.
Victor J. Glover akan bertugas sebagai pilot dalam Artemis II. Ia merupakan lulusan teknik penerbangan dan mantan pilot uji Angkatan Laut Amerika Serikat dengan pengalaman luar biasa di dunia aviasi.
Glover memiliki lebih dari 3.000 jam terbang menggunakan lebih dari 40 jenis pesawat berbeda dan telah melakukan lebih dari 400 pendaratan di kapal induk militer.
Ia sebelumnya terbang dalam misi SpaceX Crew-1 menuju ISS pada tahun 2020 dan menjadi bagian dari awak yang tinggal di luar angkasa selama hampir enam bulan.
Dalam sejarah NASA, Glover mencatatkan namanya sebagai astronaut kulit hitam pertama yang ditugaskan dalam misi menuju Bulan. Jika misi berjalan sukses, ia akan menjadi manusia kulit hitam pertama yang melakukan perjalanan ke orbit Bulan.
Sebagai pilot Artemis II, Victor bertanggung jawab pada sistem navigasi, kontrol penerbangan, dan berbagai operasi teknis selama kapsul Orion berada di luar angkasa.
Christina Hammock Koch menjadi salah satu astronaut perempuan paling terkenal di dunia saat ini. Ia merupakan insinyur listrik sekaligus peneliti yang bergabung dengan NASA pada 2013.
Nama Koch melambung setelah mencetak rekor sebagai astronaut perempuan dengan durasi misi luar angkasa tunggal terlama dalam sejarah NASA, yakni 328 hari nonstop di ISS.
Tak hanya itu, ia juga menjadi bagian dari spacewalk bersejarah pertama yang seluruh pesertanya perempuan pada tahun 2019.
Dalam misi Artemis II, Koch dipercaya sebagai mission specialist atau spesialis misi. Tugasnya meliputi pemantauan sistem kapsul, pengoperasian eksperimen ilmiah, hingga dokumentasi observasi selama penerbangan berlangsung.
Jika program Artemis berlanjut sesuai rencana, Koch juga berpeluang menjadi perempuan pertama yang mendarat di Bulan pada misi Artemis berikutnya.
Jeremy Hansen merupakan astronaut dari Canadian Space Agency (CSA) yang terpilih sebagai mission specialist Artemis II.
Ia mencetak sejarah sebagai warga negara Kanada pertama yang ikut dalam misi perjalanan menuju Bulan.
Sebelum menjadi astronaut, Hansen adalah pilot tempur Angkatan Udara Kanada dan memiliki latar belakang akademik di bidang fisika antariksa.
Meski belum pernah terbang ke luar angkasa sebelum Artemis II, Hansen dikenal luas sebagai salah satu astronaut paling senior dalam pelatihan NASA dan CSA. Ia telah lama berperan dalam pengembangan teknologi antariksa, pelatihan kru, hingga komunikasi misi internasional.
Kehadiran Hansen dalam Artemis II menegaskan bahwa program eksplorasi luar angkasa modern kini menjadi proyek kolaborasi internasional, bukan hanya milik Amerika Serikat semata.
Keempat astronaut Artemis II dipilih karena kombinasi pengalaman teknis, kemampuan kepemimpinan, dan kesiapan fisik mereka dalam menghadapi misi berisiko tinggi.
Keberhasilan Artemis II menjadi fondasi penting bagi NASA untuk melanjutkan misi Artemis III yang ditargetkan membawa manusia kembali mendarat di Bulan dalam beberapa tahun ke depan.
Lebih dari sekadar memecahkan rekor, misi ini menjadi simbol dimulainya babak baru eksplorasi luar angkasa manusia menuju Bulan, Mars, dan wilayah yang lebih jauh di masa depan.