
BANYUMAS, SERAYUNEWS-Di bawah teduhnya lereng Gunung Slamet, sebuah atap megah menaungi pilar-pilar putih nan kokoh. Dari kejauhan, siluet bangunan berukuran 13×18 meter itu langsung memantik memori siapapun yang melihatnya pada kemewahan Istana Merdeka di Jakarta.
Namun, tak ada pengawal kepresidenan di sini. Bangunan anggun ini adalah Balai Desa Kemutug Kidul, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. Desain tak biasa ini lahir dari riak semangat untuk mengangkat harkat warga desa.
Kepala Desa Kemutug Kidul, Kardi Daryanto, S.H., menuturkan bahwa hasrat menghadirkan pusat pelayanan yang representatif dan memicu rasa bangga warga menjadi pemantik utama di balik konsep Istana Negara ini.
“Kami kepengen bangunan yang beda, sehingga ada kesan bagus. Masyarakat juga bangga, wah kantornya baik,” ujar Kardi, Senin (3/8/2026).
Wajah balai desa hari ini berdiri kontras dengan ingatan masa lalu. Dahulu, kantor lama yang berhimpitan dengan tepi jalan kerap dicap leda-ledi. Terkesan seadanya dengan area parkir yang amat sempit setiap kali ada perhelatan warga. Bermufakat dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), keputusan berani diambil, memindahkan pusat pelayanan ke bekas lapangan desa.
Sentuhan estetis “Istana Negara” versi pedesaan ini lahir dari buah pikir Hudri Putrianto, seorang Pendamping Desa Kecamatan Baturraden. Karya warga desa ini dirajut bertahap sepanjang tiga tahun anggaran (2022, 2023, dan 2025) dengan sokongan Bantuan Keuangan Kabupaten Banyumas senilai Rp650 juta.
Tak sekadar ditopang dana pemerintah, napas kemegahan bangunan ini ditiupkan langsung oleh peluh warga lokal. Lewat tradisi gotong royong yang kental, warga bahu-membahu meratakan tanah hingga menggali fondasi awal pembangunan.
Sejak diresmikan pada 19 November 2025, balai desa bergaya istana ini resmi menggantikan wajah pelayanan lama yang kurang representatif. Kini, ruang pelayanan yang lapang serta hamparan lahan parkir yang luas siap menyambut warga dengan wajah desa yang jauh lebih percaya diri.
Foto: Megahnya bangunan Kantor Desa Kemutut Kidul, dari depan, saat petang menjelang. (Dok pemdes