
SERAYUNEWS – Parade budaya dalam rangka Hari Jadi ke-455 Kabupaten Banjarnegara berlangsung meriah dan sukses menyedot perhatian masyarakat.
Kegiatan yang digelar di Alun-alun Banjarnegara sejak Kamis (2/4/2026) hingga Minggu (5/4/2026) ini tak hanya menjadi tontonan menarik, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi warga.
Parade budaya diikuti oleh 20 kecamatan di Banjarnegara dengan menampilkan beragam kesenian khas daerah masing-masing.
Atraksi yang disuguhkan menjadi cerminan kekayaan budaya lokal sekaligus daya tarik utama bagi ribuan pengunjung.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banjarnegara, Tursiman, menyebut parade ini sebagai ruang ekspresi sekaligus upaya pelestarian budaya.
“Seluruh kecamatan berpartisipasi dengan membawa identitas keseniannya masing-masing. Ini menunjukkan keberagaman budaya yang dimiliki Banjarnegara,” ujarnya.
Untuk mengakomodasi banyaknya peserta, panitia membagi parade menjadi dua sesi:
Meski sempat diguyur hujan deras sebelum acara dimulai, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Warga memadati area panggung utama bahkan rela berdesakan demi menyaksikan penampilan secara langsung.
Berbeda dari tahun sebelumnya, parade budaya kali ini juga dikemas dalam bentuk kompetisi antar kecamatan.
Penilaian dilakukan terhadap penampilan terbaik guna mendorong kreativitas sekaligus menjaga orisinalitas seni tradisional.
“Kami ingin memberi apresiasi kepada kecamatan agar terus mengembangkan dan mempertahankan orisinalitas seni lokal,” kata Tursiman.
Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, menegaskan bahwa peringatan hari jadi tidak boleh sekadar seremonial.
“Momentum ini harus mampu menggerakkan ekonomi rakyat, tidak sekadar menjadi hiburan,” katanya.
Dampak ekonomi langsung terasa dari ramainya pedagang kaki lima dan pelaku UMKM yang berjualan di sekitar lokasi acara. Lonjakan pengunjung membawa berkah tersendiri bagi pelaku usaha kecil.
Kondisi ini menjadi indikator meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat selama gelaran berlangsung.
Rangkaian Hari Jadi ke-455 Kabupaten Banjarnegara masih akan berlanjut hingga 6 April 2026, dengan berbagai agenda lanjutan yang bertujuan memperkuat pelestarian budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.