Senin, 4 Juli 2022

Miris, Pemukiman di Kelurahan Bancar Terancam Hilang Tergerus Arus karena Aliran Sungai Klawing Bergeser

Miris, Pemukiman di Kelurahan Bancar Terancam Hilang Tergerus Arus karena Aliran Sungai Klawing Bergeser

Sejumlah 22 kepala keluarga (KK) di Kelurahan Bancar Kabupaten Purbalingga terancam kehilangan tempat tinggal. Kondisi itu disebabkan karena aliran Sungai Klawing di dekat pemukiman sudah bergeser. Hal itu menyebabkan dinding tebing sungai tergerus atau erosi. Sejumlah bangunan bahkan sudah mulai ambrol.


Purbalingga, serayunews.com

Sejumlah 22 KK di Kelurahan Bancar yang terancam itu berada di wilayah RT 1 RW 1. Pemukiman tersebut berada di tepian Sungai Klawing, yang membentang dari utara sampai ke arah timur. Beberapa bangunan, sudah mulai tergerus dan longsor.

Baca juga  Bagaimana Kondisi Desa Wisata di Purbalingga? Ini Kata Kepala Dinas Pariwisata

“Iya, terjadi musibah disaster berupa longsor beberapa bangunan, berada di pemukiman RT 1 RW 1 Kelurahan Bancar,” kata Umar Fauzi, Senin (21/03/2022).

Beberapa bangunan sudah mengalami ambrol. Padahal di area itu setidaknya ada 22 KK yang bermukim. Mengingat kondisi aliran sungai yang seperti itu menjadi ancaman, dinding tebing akan potensial tergerus.

“Ada 22 KK yang terdampak di sekitar pemukiman ini. Mulai dari toko buah lingga sampai ke selatan mendekati jembatan,” ujarnya.

Umar menjelaskan bahwa erosi ini terjadi karena kondisi aliran sungai sudah berubah. Hal itu bisa terlihat dari tepian di seberangnya. Tepian sungai sebelah timur sangat terlihat sudah menjadi daratan. Hal itu terjadi karena material-material pasir yang menumpuk.

Baca juga  Mayat Tanpa Identitas Mengambang di Sungai Serayu Adipala, Berikut Ciri-cirinya

“Bisa dilihat diseberang sudah ada delta atau daratan, itu penyebab alirannya berubah. Jika terus dibiarkan tentu akan terus menggerus dinding sisi selatan, itu membahayakan,” katanya.

Lebih lanjut disampaikan BPBD akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk membahas penanganan persoalan ini. Termasuk juga dengan Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSO). Agar bisa dilakukan penanganan, di antaranya melalui normalisasi sungai.

“Kita sudah koordinasi dengan DPU dan akan kawal sampai BBWSO agar bagaimana bisa dilakukan penanganan,” ujarnya.

Sementara ini Umar Faozi hanya bisa berharap, agar hujan yang turun tidak terlalu memperparah erosi karena intensitas hujan belakangan ini sedang tinggi.

Berita Terkait

Berita Terkini